Prostitusi Online 'Jilid Dua' Telah Berlangsung Selama Dua Tahun

Tersangka MRS ditangkap setelah mengantar Ayu kepada pelanggannya (polisi yang menyamar) di salah satu hotel di Jalan Soekarno-Hatta,

Prostitusi Online 'Jilid Dua' Telah Berlangsung Selama Dua Tahun
Foto pria yang diduga germo bersama 7 wanita yang diamankan personel Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, saat kembali membongkar praktik prostitusi online dari sebuah hotel di Aceh Besar, Rabu (21/3/2018) malam. (Sumber Foto: Beredar di WhatsApp) 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Prostitusi online yang melibatkan germo atau mucikari berinisial MRS alias Andre (28) pria asal Tanjung Pura Langkat, Sumatera Utara (Sumut), yang 'mengelola' 7 perempuan yang diduga PSK, telah menjalankan bisnis haramnya itu selama 2 tahun.

Untuk proses 'penyerahan' para wanitanya kepada pelanggan, pria hidung belang, MRS berpindah-pindah dari satu hotel ke hotel lainnya, tergantung hotel tersebut aman atau tidak untuk bisnis haram yang dijalannya itu.

Baca: Polisi Bongkar Prostitusi Online Jilid Dua Dalam Hotel di Aceh Besar, Ini Tarif untuk Satu Wanita

Tapi, Rabu (21/3/2018) sekitar pukul 23.00 WIB, menjadi akhir dari perjalanan pria asal Sumut tersebut yang tertangkap basah usai menyerahkan seorang wanita 'binaannya' pada petugas kepolisian yang menyamar dalam mengungkap bisnis esek-esek tersebut.

Terkait MRS telah menjalankan bisnisnya itu selama dua tahun, disampaikan Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto SH didampingi Kasat Reskrim AKP M Taufiq dalam konferensi pers di Mapolresta, Jumat (23/3/2018).

Tersangka MRS ditangkap setelah mengantar Ayu kepada pelanggannya (polisi yang menyamar) di salah satu hotel di Jalan Soekarno-Hatta, Aceh Besar, Rabu (21/3/2018) malam tersebut.

Baca: Ingat Germo Prostitusi Online yang Ditangkap Polresta Banda Aceh, Tadi Siang Dia Dicambuk 37 Kali

"Dalam kasus prostitusi online ini, kami mengamankan MRS alias Andre yang diduga germo atau mucikarinya. Lalu mengamankan tujuan perempuan yang diduga PSK. Selain dari Banda Aceh para wanita ini juga berasal dari sejumlah Simeulue, Bireuen, dan Aceh Tengah," kata AKBP Trisno.

Ketujuh wanita itu masing-masing berinisial Ayu (28), asal Simeulue, MJ (23) Aceh Tengah dan RM (23) asal Bireuen.

Lalu, empat wanita lain merupakan warga Kota Banda Aceh, masing-masing, CA (24), DS (24), RR (21), dan IZ (23).

Halaman
12
Penulis: Misran Asri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved