Kamis, 16 April 2026

Banda Aceh Peringati Earth Hour

Masyarakat Kota Banda Aceh, Sabtu (24/3) malam, memperingati puncak Earth Hour 2018 dengan mematikan

Editor: bakri
AMINULLAH USMAN, Wali Kota Banda Aceh 

* Dipusatkan di Hotel Hermes dan Kyriad Muraya

BANDA ACEH - Masyarakat Kota Banda Aceh, Sabtu (24/3) malam, memperingati puncak Earth Hour 2018 dengan mematikan lampu serta peralatan listrik yang tidak terpakai selama satu jam, dari pukul 21.00 Wib. Peringatan Earth Hour berlangsung di Hotel Hermes Palace dan Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh.

Detik-detik pemadaman listrik di malam puncak Earth Hour 2018, di Hotel Hermes Palace ditandai dengan pemukulan rapa-i. Kegiatan itu ikut dihadiri Direktur WWF Sumatera, Duta Earth Hour 2018, Darwati A Gani dan anggota DPRA Bardan Sahidi, komunitas pecinta lingkungan serta undangan lainnya.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menjelaskan Kota Banda Aceh sangat komit dengan earth hour. Bahkan dirinya telah mengintruksikan seluruh dinas di jajaran Pemko Banda Aceh serta lampu jalan agar dipadamkan selama satu jam.

Harapannya lanjutnya dari kegiatan earth hour yang dilaksanakan itu, akan menjadi kebiasaan dalam keseharian, bukan hanya seremonial belaka. “Kami harap kegiatan earth hour ini dapat menjadi peletup bagi kesadaran kita masyarakat Kota Banda Aceh dan Aceh umumnya serta masyarakat dunia. Karena kondisi bumi saat ini semakin menua, rusak dan rentan. Sehingga gerakan earth hour ini perlu digalakkan, hijrah dari kehidupan boros menjadi lebih peduli dengan krisis energi yang terus terjadi,” kata Aminullah.

Ia menjelaskan upaya penghematan energi perlu terus dilakukan dan menjadi gerakan bersama, agar bumi terus bisa terjaga dengan baik dan jauh dari bencana alam dan krisis energi, akibat pemborosan yang telah dilakukan selama ini oleh tangan-tangan jahil. “Kita harap seluruh dunia sama-sama memelihara alam dengan baik agar tercipta kesejahteraan bagi masyarakat. Bayangkan saja, satu jam saja, lampu kita padamkan dan hanya meliputi lampu jalan di Kota Banda Aceh dan perkantoran-perkantoran di lingkungan pemko, kita telah berhemat sampai Rp 100 juta lebih. Kita harapkan ini menjadi gerakan bersama,” pungkas Aminullah.

Sementara peringatan Earth Hour di Kyriad Muraya dipusatkan di lobi hotel, dengan membakar lilin yang membentuk tulisan earth hour dan penandatanganan petisi.

Peringatan earth hour itu ikut melibatkan semua karyawan hotel dan sejumlah tamu yang menginap. Lampu mulai dimatikan sejak pukul 21.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, meliputi halaman, lobi, restauran, lounge, koridor, hingga beberapa kamar tamu.

Director Of Sales Marketing Kyriad Muraya Hotel, Agave mengatakan, Kyriad ikut berpartipasi dalam kegiatan itu sebagai bentuk kampanye untuk menghemat energi dan memberi waktu untuk istirahat sejenak kepada bumi. “Kita mengajak semua tamu berpartisipasi, sebagai simbol kepedulian terhadap kondisi alam dan iklim yang semakin memprihatinkan,” ujarnya.(mir/mun)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved