Polisi Usut Jaringan Prostitusi Banda Aceh

Pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh masih mengusut dugaan adanya jaringan prostitusi online

Polisi Usut Jaringan Prostitusi Banda Aceh
SERAMBI/M ANSHAR
Sejumlah wanita dan germo yang diduga terlibat dalam prostitusi online di hadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Jumat (23/3/2018). SERAMBI/M ANSHAR 

BANDA ACEH - Pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh masih mengusut dugaan adanya jaringan prostitusi online lainnya yang beroperasi di wilayah hukum Polresta Banda Aceh (Banda Aceh dan sebagian Aceh Besar).

Pernyataan itu disampaikan Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto SH yang dihubungi Serambi, di Banda Aceh, Minggu (25/3) sore. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan ada jaringan prostitusi online lainnya yang belum terungkap dan masih menjalankan bisnis haramnya itu, sehingga personel Polresta akan menyelidiki dan mendalami kasus tersebut sampai tuntas.

Oleh karena itu, dukungan dari seluruh pihak sangat dibutuhkan, lanjut Trisno, mulai dari peran pemerintah, masyarakat, orang tua, dan keluarga serta manajemen hotel agar tidak lagi memberikan tempat atau ruang bagi para pelanggar syariat Islam dalam menjalankan bisnisnya.

“Sebagai provinsi yang menerapkan syariat Islam, sudah semestinya kita sama-sama menjaga dan mengawasi agar praktik prostitusi online dan sejenisnya, tidak terjadi lagi di hotel-hotel di Banda Aceh, Aceh Besar, dan berbagai tempat umum lainnya di Aceh. Karena, perilaku itu sangat mencoreng citra Aceh,” kata mantan Kabag Pembinaan Karier (Kabag Binkar) Biro SDM Polda Aceh ini.

Di samping itu, lanjutnya, masa depan anak-anak Aceh juga harus diselamatkan, agar mereka terhindar dari perbuatan yang justru akan menghancurkan masa depan mereka, baik prostitusi maupun narkoba.

“Rata-rata usia remaja putri kita yang diamankan itu masih sangat muda. Sayang, kalau perhatian kita luput, sehingga mereka terlalu jauh bergaul dan terlibat dalam dunia yang sangat tidak pantas itu. Kami dari Kepolisian juga tidak mampu dan memang tidak dapat bekerja sendiri kalau tanpa dukungan seluruh pihak,” pungkas mantan Kapolres Aceh Tenggara ini.

Lalu, terkait pengusutan MRS alias Andre (28) pria asal Tanjung Pura Langkat, Sumatera Utara (Sumut) yang berperan sebagai germo atau muncikari itu masih ditahan di sel Polresta Banda Aceh. Sementara tujuh wanita yang ikut diamankan, karena terlibat praktik prostitusi online itu, masing-masing berinisial Ayu (28), MJ (23) RM (23), CA (24), DS (24), RR (21), dan IZ (23) kini dititipkan di Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutah) Lhoknga, Aceh Besar. (mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved