Bayar Sewa Rumah Hingga Kredit Motor

BERSAMA Andre malam itu, polisi juga menciduk tujuh wanita pekerja seks komersil (PSK) dalam bisnis syhawat

Bayar Sewa Rumah Hingga Kredit Motor
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Sejumlah wanita muda yang diduga korban kasus prostitusi online dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh 

BERSAMA Andre malam itu, polisi juga menciduk tujuh wanita pekerja seks komersil (PSK) dalam bisnis syhawat tersebut. Ketujuh wanita itu adalah Ay (28) asal Simeulue, MJ (23) Aceh Tengah, dan RM (23) asal Bireuen, sedangkan empat wanita lainnya merupakan warga Kota Banda Aceh, masing-masing berinisial CA (24), DS (24), RR (21), dan IZ (23).

Lantas, apa sebenarnya alasan para wanita-wanita tersebut hingga rela bergabung dengan bisnis prostitusi yang dijalani Andre kurang lebih selama tiga tahun terakhir?

Menurut Andre, alasan utama para wanita bergabung adalah faktor ekonomi. “Kebanyakan orang ini ngeluhnya soal uang sewa rumah atau kost, juga kredit sepeda motor,” katanya.

Namun, Andre mengaku, dia tidak pernah merekrut para wanita itu untuk ikut dalam bisnisnya, tetapi wanita-wanita yang bergabung dengannya tersebut datang sendiri ke Andre lalu menawarkan diri untuk ikut dalam bisnis yang dilakoni Andre. “Orang itu datang sendiri, ‘Ndre aku nggak ada uang, untuk bayar ini, kamu kasih aku ini ini’ ya biasa untuk kebutuhan bayar kredit motor atau sewa rumah,” kata Andre mempraktikkan pembicaraannya dengan para wanita saat meminta ikut bergabung dengannya.

Lalu berapa tarif seorang wanita untuk sekali ‘show’? Andre mengaku biayanya mencapai Rp 2 juta dan rata-rata ia mendapat orderan saat malam tiba. “Untuk long time Rp 2 juta, untuk short time Rp 1 juta, itu tidak termasuk biaya sewa hotel. Dua juta bersih untuk kami, Rp 500 untuk saya. Tapi itu ada tawar menawar juga, biasanya paling rendah kita terima tujuh belas,” sebutnya.

Hingga tiga tahun menjalankan bisnis itu, Andre berhasil mengumpulkan sedikitnya 15 wanita yang dengan sukarela bergabung dalam lingkaran bisnisnya. Para wanita yang bergabung dengannya ada yang mahasiswa ada pula yang sudah bekerja. “Saya dapat mereka dari kawan ke kawan, misalnya ada yang curhat nggak ada uang lalu ditawarin ke saya. Saya nggak pernah rekrut, dapat dari kawan ke kawan, kalau dari medsos saya jarang dapat,” pungkasnya. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved