Disdukcapil Kota Datangi Sekolah

Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banda Aceh mulai April 2018 akan mendatangi sekolah-sekolah

Disdukcapil Kota Datangi Sekolah
EMILIA SOVAYANA, Kadisdukcapil Banda Aceh

* Rekam KTP Bagi Pemula

BANDA ACEH - Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banda Aceh mulai April 2018 akan mendatangi sekolah-sekolah jenjang atas seperti SMA, MA, dan SMK yang ada di Banda Aceh. Pihak dinas akan melakukan perekaman kartu tanda penduduk (KTP) untuk pelajar yang sudah berusia 17 tahun ke atas.

Kepala Disdukcapil Banda Aceh, Dra Emilia Sovayana, kepada Serambi, Selasa (27/3), mengatakan, setiap tahun terdapat ribuan warga Banda Aceh yang bertambah usia menjadi 17 tahun. Secara aturan mereka sudah diwajibkan memiliki KTP. Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 7.000 warga pemula di Banda Aceh yang belum memiliki KTP.

Agar semua warga Banda Aceh memiliki KTP, terutama untuk warga di usia pemula, maka sejak awal April 2018 Disdukcapil akan mendatangi semua SMA/MA/SMK di Banda Aceh. “Agar pengurusan KTP tidak membludak dalam sekali waktu, maka kami jalankan program jemput bola dengan mendatangi sekolah,” ujar Emilia.

Ia menjelaskan, salah satu alasan ingin menjalankan program ‘jemput bola’ itu karena tahun 2019 akan berlangsung pemilihan presiden dan pemilihan legislatif. Sehingga warga yang usianya sudah mencapai 17 tahun dapat menggunakan hak pilih. Apalagi, lanjut Emilia, aturan terbaru bahwa untuk melakukan pemilihan harus menunjukkan KTP asli.

Selain itu, katanya, selama ini di kantor Disdukcapil juga sering terjadi peningkatan warga yang mengurus KTP, jika sudah ada pembukaan calon polisi, PNS dan sebagainya. Akibatnya, ketika warga yang ingin dilayani meningkat, tentu rentang waktu untuk menyelesaikan KTP ikut bertambah. Maka dengan mendatangi sekolah, warga pemula tidak lagi mengurus KTP saat ada perlunya.

“Bahkan sekarang bagi warga yang sudah berusia 16,5 tahun sudah diperbolehkan merekam KTP, tapi setelah dicetak nanti, KTP baru diserahkan saat dia berusia 17 tahun,” tandasnya.

Kepala Disdukcapil Banda Aceh, Dra Emilia Sovayana, menambahkan, saat ini ketersediaan blanko di dinasnya masih cukup hingga satu minggu ke depan. Namun jika persediaan menipis, maka petugas Disdukcapil akan mengambilnya ke Ditjen Adminduk Kementerian Dalam Negeri.

Emilia menyebutkan, minggu lalu pihaknya baru saja membawa pulang sebanyak 6.000 blanko, namun kemarin yang tersisa sebanyak 3.400 blanko. Karena setiap hari yang mengurus KTP El berkisar dari 50-70 orang.

“kalau nanti persediaan blanko tersisa 1.000 lembar lagi, maka segera kita buat surat dan petugas kami akan langsung menjemput blanko ke Kemendagri, kita terus menjaga supaya stok blanko selalu ada di Banda Aceh,” ujarnya.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help