DPRK Temukan Pungli di Pasar

Tim DPRK Aceh Barat yang turun ke Pasar Bina Usaha Meulaboh, Selasa (27/3) menemukan praktik pungutan liar

DPRK Temukan Pungli di Pasar
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

* Nilainya Mencapai Rp 3-8 Juta/Lapak

MEULABOH - Tim DPRK Aceh Barat yang turun ke Pasar Bina Usaha Meulaboh, Selasa (27/3) menemukan praktik pungutan liar (pungli) lapak berjualan. Pelaku mengutip dana dari pedagang sebesar Rp 3 juta-Rp 8 juta/lapak.

Tim DPRK yang turun ke pasar kemarin antara lain Ketua DPRK Ramli SE, Wakil Ketua Usman dan anggota Komisi B meliputi Ali Hasyimi, Nasruddin, Nasri, dan Mawardi. Turut juga hadir Sekretaris Satpol PP Jufri, Kepala UPTD Pasar Bina Usaha T Husen serta pejabat dari dinas kebersihan setempat.

Inspeksi dewan ke pasar tersebut menindaklanjuti aksi demo nyak-nyak penjual sayur ke gedung dewan pada Senin (26/3).

Ketua DPRK Ramli SE kepada wartawan mengatakan tim menemukan praktik pungli dengan mengambil keuntungan pribadi. Sebab tidak ada qanun atau aturan yang mengatur mengutip biaya yang sangat besar itu kepada pedagang yang akan membuka lapak.

“DPRK sudah mengantongi bukti kuitansi tanda terima. Kasus ini akan dibahas dengan dinas teknis dalam pertemuan lanjutan,” katanya. Dia sebutkan tim Satgas Saber Pungli perlu mengusut praktik ilegal yang melanggar aturan agar tidak semakin meresahkan.

Tim DPRK juga sudah mengantongi nama warga yang memungut uang Rp 3 juta-Rp 8 juta untuk sewa lapak selama satu tahun pada lokasi yang dilarang. Selain itu, juga tim juga menemukan praktik pungutan uang setiap pedagang Rp 5.000/pedagang/hari.

Tim DPRK Aceh Barat yang turun kemarin mengaku prihatin dengan kondisi pasar Bina Usaha yang sangat semerawut dan tidak pernah ditertibkan dan dibenahi. Pedagang ikan dan sayur sudah berjualan ke Jalan Daud Dariyah II yang merupakan lokasi terlarang hingga menebar bau tidak sedap dan dampak lain seperti jalan menjadi sempit.

Pihak dewan sudah menjadwalkan pada Senin pekan ini akan membahas persoalan tersebut dengan dinas terkait.

Sementara itu Kepala UTPD Pasar Bina Usaha Meulaboh TM Husin dikonfirmasi kemarin mengaku tidak tahu terhadap adanya praktik pungli tersebut. Pihak dinas hanya menyediakan lapak saja. “Mungkin pihak ketiga. Kita dinas tidak tahu soal itu,” katanya.

Dikatakannya terhadap upaya penertiban pihaknya sudah membahas bersama sejumlah dinas teknis Pemkab untuk menertibkan kembali lokasi yang selama ini tampak semerawut. “Sudah dibahas dan segera akan ditertibkan,” ujarnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help