Faber-Castell Colour to Life akan Diluncurkan

PT Faber-Castell International Indonesia mengajak 16 jurnalis berbagai provinsi di Indonesia, termasuk Serambi dari Aceh

Faber-Castell Colour to Life akan Diluncurkan
FACTORY Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Mulyadi Gunawan menjelaskan terkait proses pembuatan connector pen hingga siap didistribusi di dalam negeri maupun luar negeri kepada para jurnalis, di pabrik marker setempat di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Karawang, Bekasi, Senin (26/3). 

* Perpaduan Antara Mewarnai dan Teknologi Game

BANDA ACEH - PT Faber-Castell International Indonesia mengajak 16 jurnalis berbagai provinsi di Indonesia, termasuk Serambi dari Aceh untuk berkunjung langsung ke dua pabrik mereka, yaitu Pabrik Marker PT Faber-Castell International Indonesia (FCII) di Kawasan Industri MM 2100 Cibitung, Karawang, Bekasi dan Pabrik Pensil PT AW Faber-Castell Indonesia (FCI), Naroggong, Bantar Gebang, Bekasi, 25-27 Maret.

Pada kesempatan itu, pihak Faber-Castell memperkenalkan produk terbarunya Colour to Life yang akan dilaunching atau diluncurkan pada April 2018. Perkembangan teknologi tidak mendorong industri alat tulis di Indonesia melemah, hal itu ditandai dengan berbagai inovasi produk yang dihasilkan, satu diantaranya Colour to Life yang merupakan perpaduan antara mewarnai dan teknologi game.

“Produk terbaru ini kami harapkan dapat menarik anak-anak untuk menggambar dan mewarnai. Selanjutnya gambar yang diwarnai dapat dijadikan untuk bermain game. Menariknya lagi, gambar yang diwarnainya itu juga bisa diajak berselfie,” kata Product Manager PT FCII, Richard Penelewen.

Richard menjelaskan caranya adalah download terlebih dahulu secara gratis aplikasi ‘Colour to Life’ di google play atau app store untuk menscan gambar yang akan diwarnai. Selanjutnya scan gambar yang sudah diwarnai, maka karakter yang diwarnai itu akan muncul dalam bentuk interaktif animasi 3D. Kemudian arahkan kamera depan untuk berselfie dengan karakter yang sudah diwarnai tersebut, ataupun dapat juga diajak untuk bermain game dengan karakter itu. Menarik bukan?

“Produk colour to life ini akan dilaunching bulan depan dengan harga sekitar Rp 130 ribu per kemasan dan sudah ada di dalamnya buku mewarnai dan 20 connector pens,” sebutnya. Pelanggan nantinya dapat memperoleh produk ini di sejumlah toko buku, maupun di toko online Tokopedia, Blibli, dan Buka Lapak.

Sementara pada awal tahun ini, pihaknya sudah terlebih dahulu meluncurkan Mazig Art, yaitu kombinasi antara mewarnai dan merangkai mazig card dengan bahan yang sudah disediakan. “Trik sulap Mazig Art membuat gambar yang tidak berwarna menjadi penuh warna. Dalam kemasannya terdiri atas sepuluh connector pen, tiga kertas mewarnai, tiga plastik mika, dan satu bingkai,” kata Richard yang memperlihatkan trik sulap tersebut.

Selain Mazig Art, juga ada 3D Art yaitu membuat karya tiga dimensi sendiri dengan menggunakan panduan warna yang telah ditentukan. Setelah selesai mewarnai, gunakan kacamata 3D untuk melihat gambar yang lebih hidup. Tiap kemasan dalam produk ini terdiri atas enam connector pen, lima artwork 3D, dan satu kacamata 3D.

“Magiz Art dan 3D Art ini di pasaran masing-masing dijual dengan harga sekitar Rp 70-an ribu per kemasan,” sebutnya. Ia juga menjelaskan terkait connector pen yang digunakan untuk mewarnai, yaitu produk ini memiliki sejumlah keunggulan antaranya warna yang dihasilkan lebih cerah, dapat digabung-gabungkan agar tidak hilang, dapat dicuci dan tidak meninggalkan noda dipakaian, tidak beracun dan aman untuk anak-anak, serta dapat dirangkai menjadi aneka bentuk craft.

Selanjutnya para jurnalis juga diajak melihat langsung proses pembuatan pensil Faber-Castell di PT AW FCI, Naroggong, Bekasi, mulai dari bahan baku, dicetak menjadi pensil, hingga proses pewarnaan dan finishing. MR Manager Representative PT AW FCI, Pandu Danardjati menyebutkan produk ini selain dipasarkan dalam negeri dengan market 24 persen, juga diekspor ke USA satu persen, Timur Tengah/ Afrika 26 persen, Eropa 13 persen, dan Timur jauh 36 persen.

Dalam kegiatan Journalist Goes to Factory tersebut, para jurnalis juga diajak berkunjung ke Toko Faber-Castell di Plaza Senayan, Jakarta. Toko yang mengusung konsep butik tersebut mulai beroperasi 5 Mei 2017.Para jurnalis diperkenalkan sejumlah produk Faber-Castell yang terpajang di etalase toko. Pada deretan pulpen yang dipajang itu harganya dibanderol mulai Rp 500 ribu- Rp 1,5 juta.

Brand Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Fransiska Remila mengatakan ada berbagai jenis tinta dan bahan yang berbeda pada produk Faber-Castell. “Untuk pensil atau produk alat tulis anak sekolah kekuatannya dirancang 20 tahunan. Disesuaikan produk tintanya, warna dan batang pulpen atau pensil yang digunakan,” sebutnya. Sementara untuk pulpen yang seharga Rp 1,5 juta banyak digunakan untuk para direktur untuk berbagai kebutuhan.

Pada kesempatan tersebut, para jurnalis juga mendapatkan izin untuk mencoba pulpen seharga Rp 1,5 juta yang akan bertahan hingga puluhan tahun. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help