SerambiIndonesia/

Tauke Sawit Dapat Raskin

Data penerima beras miskin (raskin) atau kini disebut beras sejahtera (rastra) di seluruh Aceh banyak yang tidak tepat sararan

Tauke Sawit Dapat Raskin
SERAMBINEWS.COM/SENIHENDRI
Tiga keluarga penerima mamfaat (KPM) mendapat bantuan raskin gratis yang diprogramkan Pemkab Aceh Timur, secara perdana tahun 2017 di kantor Camat Darul Aman, Aceh Timur, Kamis (20/4). 

* Penerima tak Tepat Sasaran

KUALASIMPANG - Data penerima beras miskin (raskin) atau kini disebut beras sejahtera (rastra) di seluruh Aceh banyak yang tidak tepat sararan. Umpamanya saja di Kampong Pante Cempa, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Dari 120 KK yang dapat jatah, sebagian di antaranya merupakan keluarga mampu. Bahkan tauke sawitpun kebagian jatah beras gratis itu. Sebaliknya, mereka yang benar-benar miskin, malah tidak mendapatkan jatah beras tersebut.

Akibat diskriminasi dan tak tepat sasaran pembagian beras ini, perwakilan keluarga miskin yang terdiri atas ibu rumah tangga Kampong Pante Cempa mengadu ke Komisi A DPRK Aceh Tamiang, Kamis (29/3).

Kehadiran warga yang terdiri atas Siti Fatimah, Siti Bariah, Samiyem, Siti Aminah, Intan, Siti Halimah, Siti Asmah, di kantor wakil rakyat tersebut diterima oleh Ketua Komisi A, Ismail, dan anggota dewan Sugiono, M Nuh, Erawati, Sumiyem, dan Fitri AR didampingi Asisten II Rudianto dan Kadis Sosial Ali Jon.

Warga Pante Jempa, Siti Fatimah yang juga Ketua Pokja data program keluarga harapan (PKH) kepada anggota dewan mengatakan, kehadiran mereka ke dewan mengadu tentang nasib sejumlah warga miskin di Kampong Pante Cempa yang tidak dapat beras sejahtera pengganti beras raskin. “Saya sendiri Ketua PKH tidak dapat beras sejahtera, namun banyak rekan saya yang dapat, “ ujarnya, seraya mengatakan bahwa dirinya bingung saat ditanya mengapa tidak mendapatkan beras gratis tersebut.

Ditambahkan Siti Badriah, sebelumnya mereka mendapat jatah beras raskin yang dibagi rata oleh desa. Warga yang dulunya tidak dapat beras raskin, kini dapat rastra, padahal orang tersebut tergolong mampu dibandingkan warga lain yang tidak mendapat rastra. Ia mencontohkan, ada orang tua miskin yang sehari-hari hanya bisa duduk di kursi roda, tidak mendapatkan rastra. Namun, warga lainnya yang kuat dan mampu secara ekonomi malah kebagian beras tersebut.

Jatah rastra untuk Kampong Pante Cempa sebanyak 120 KK. Datok penghulu Kampong Pante Cempa sendiri, menurut Fatimah, sudah pernah bertanya kepada Koordinator PKH kecamatan, mengapa warganya banyak yang tidak dapat rastra. Namun, sang koordinator mengatakan, data warga yang mendapat rastra mengacu pada data lima tahun lalu. Anehnya, yang tidak melapor sebagai warga setempat juga dapat rastra. Ada juga warga yang belum tinggal di kampong mereka lima tahun lalu, tapi kini dapat rastra. “Ada tauke sawit, punya rumah gedung, e malah dapat rastra. Kami tidak tahu alasan tidak dapat rastra dan tidak tahu lagi mau mengadu kemana. Kalau di kampong aduan kami ini sudah tidak dipedulikan lagi, sehingga kami mengadu ke dewan,” ujar ibu rumah tangga lainnya.(md)

Baca Juga
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help