Abrasi Pantai Geunteng belum Teratasi

Abrasi pantai di Gampong Geunteng Barat, Kecamatan Batee, Pidie, belum kunjung diatasi pemerintah

Abrasi Pantai Geunteng belum Teratasi
WARGA memperhatikan rumah di Gampong Geunteng Barat, Kecamatan Batee, Pidie makin dekat dengan laut. SERAMBI/NUR NIHAYATI 

SIGLI - Abrasi pantai di Gampong Geunteng Barat, Kecamatan Batee, Pidie, belum kunjung diatasi pemerintah. Padahal, kerusakan bibir pantai akibat pasang purnama sudah cukup parah. Puluhan rumah warga, sarana jalan dan kebun telah terkikis digerus gelombang laut. Warga Gampong Geuteng Barat pun diliputi ketakutan atas bencana abrasi yang semakin meluas.

Keuchik Gampong Genteng Barat, Saiful Azmi, Sabtu (31/3) mengatakan, abrasi pantai di Gampong Geuteng Barat semakin parah karena puluhan meter lahan permukiman dan sarana umum terus dihantam gelombang.

Lokasi permukiman yang menghadap langsung ke laut menjadi sangat terancam karena tak ada yang membendung ombak besar saat menghantam pantai. “Saat air pasang, beberapa keluarga terpaksa mengungsi karena takut rumahnya ambruk dihantam gelombang,” kata Saiful Azmi.

Menurut Saiful, warga yang bermukim di kawasan pesisir ini sudah tidak nyaman lagi tinggal di Geuteng Barat. Mengingat abrasi semakin mengkhawatirkan. Khususnya saat terjadi pasang purnama, rumah yang rusak terus bertambah.

“Saat ini, sudah belasan rumah rusak akibat diterjang gelombang laut. Sementara sejumlah rumah lainnya juga akan segera menjadi korban abrasi karena pantai terus terkikis dan bibir pantai semakin dengan dengan permukiman,” kata Saiful.

Ia berharap, bencana abrasi di Geuteng Barat ini ditangani lebih cepat dengan meletakkan tumpukan batu gajah sebagai pemecah ombak (break water) guna mencegah abrasi. Warga mendesak pemerintah segera melakukan pemasangan batu gajah ini sebelum tiba musim pasang purnama tahunan, karena warga sangat khawatir dengan dampak gelombang pasang tersebut.

“Pembangunan tanggul pemecah ombak yang tidak tuntas dilakukan sebelumnya, seharusnya menjadi prioritas pemerintah saat ini untuk melanjutkan pekerjaan tersebut. Sebab, warga Geuteng Barat kini telah menjadi korban akibat proyek break water itu tidak dikerjakan secara sempurna,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos, yang ditanyai Serambi kemarin, mengatakan Pemkab Pidei saat ini hanyabisa berharap dana dari pemerintah pusat segera turun untuk melanjutkan proyek break water tersebut.

Ia mengtatakan, dirinya bersama Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud ST sebelumnya telah mendatangi BNPB Jakarta untuk mengajukan proposal penanganan abrasi pantai Geunteng Barat. Tapi, sampai kini realisasi anggaran dari BNPB belum dikabulkan. “Jika tidak ditangani dalam masa tanggap darurat, mungkin BNPB akan menanganinya dalam masa rehab rekons,” ujarnya.

Apriadi berjanji, pihaknya akan mempertanyakan kembali kepada BNPB terkait proposal yang telah diusulkan dalam penanganan abrasi pantai Geunteng Barat.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved