Petugas PLN Tewas Tersengat

Petugas PLN berstatus tenaga kontrak asal Desa Deng, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Muhammad Yahya

Petugas PLN Tewas Tersengat
MUHAMMAD YAHYA (49), tenaga kontrak PT PLN tewas tersengat listrik ketika mengganti arrester pada trafo di jalan nasional kawasan Desa Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Lhoksemawe, Sabtu (31/3) pagi. 

* Saat Perbaikan Trafo Listrik

LHOKSEUMAWE - Petugas PLN berstatus tenaga kontrak asal Desa Deng, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Muhammad Yahya (49), tewas setelah tersengat listrik saat menggantikan arrester pada transformator (trafo) PLN di lintas jalan nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Desa Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Sabtu (31/3) pagi. Usai kesetrum, jasad korban sempat tergantung beberapa saat sebelum diturunkan dengan menggunakan mobil crane.

Kapolres Lhokeumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasubsektor Muara Dua Iptu Rusyidi kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, korban bersama dua petugas lainnya pagi itu hendak mengganti arrester pada trafo PLN di jalan nasional kawasan Desa Uteunkot tersebut. Korban saat itu naik ke atas trafo untuk melaksakan pekerjaannya. Sedangkan kedua temannya, yakni Afandi (40), tenaga kontrak PLN asal Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, dan Fakhrul Razi (35), asal Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, menunggu di bawah.

Tak lama kemudian, kedua rekan korban mendengar suara ledakan dari atas. Ketika menengok ke atas, korban terlihat sudah tergantung tak bergerak dengan tali pengaman pada tubuhnya. Lalu, kedua teman korban dibantu personel Subsektor Muara Dua, Lhokseumawe menurunkan jasad korban dengan menggunakan mobil crane. “Kemudian korban langsung dibawa ke Rumah Sakit MMC di Keude Cunda, tak jauh dari lokasi kejadian,” katanya.

Iptu Rusyidi menjelaskan, korban mengalami luka bakar parah di tangan kanan dan luka gosong di sekujur tubuhnya. “Dua saksi mengaku tak melihat kejadian tersebut. Tapi diduga korban tersengat listrik bagian atas trafo (kabel jumper), karena pada saat pergantian arrester, kabel jumper memang harus dilepas,” ujarnya.

Ditambahkan dia, tubuh korban tidak jatuh ke tanah setelah tersengat karena menggunakan tali pengaman atau tali jiwa (safety harnest). “Sehingga, setelah tersengat korban hanya jatuh tergantung dan langsung diturunkan oleh kedua orang rekan korban bersama petugas kita,” pungkas Iptu Rusyidi.

Sementara itu, Manager PLN Rayon Lhokseumawe Kota, Mukhtar Juned kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, tim pelayanan teknik (Yantek) PLN Rayon Lhokseumawe baru mengetahui kejadian tersebut setelah diberitahu Direktur PT Ari Pratama, Rusli. Lalu tim Yantek Rayon Lhokseumawe menghubungi operator pengendali sistem 20 KV untuk menunda pengoperasian kembali penyulang CD8.

“Setelah cross check perihal pekerjaan di lokasi tersebut, ternyata tidak memiliki working permit. Pun demikian, kita langsung ke lokasi dan ternyata korban sedang diturunkan dari tiang trafo dalam keadaan pingsan. Lalu, dilarikan ke rumah sakit tidak jauh dari lokasi kejadian. Beberapa saat tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dengan luka bakar di tangan kanan dan lehernya,” ungkap Mukhtar Juned.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help