Banjir dan Puting Beliung Landa Dataran Tinggi Gayo
Bencana alam berupa banjir dan puting beliung melanda dataran tinggi Gayo, secara berturut-turut pada Jumat sore dan Sabtu siang kemarin
TAKENGON - Bencana alam berupa banjir dan puting beliung melanda dataran tinggi Gayo, secara berturut-turut pada Jumat sore dan Sabtu siang kemarin. Banjir merendam Kampung Wih Terjun, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah sedangkan puting beliung menerjang Kampung Ronga-Ronga, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah.
Dari Takengon dilaporkan, tujuh rumah warga Kampung Wih Terjun direndam banjir luapan, Jumat (6/4) petang sekira pukul 17.30 WIB. Sejumlah warga harus mengungsi karena rumah terendam air bercampur lumpur sedalam lutut orang dewasa.
“Hanya tadi malam saja mereka mengungsi. Sekarang sudah pulang untuk bersih-bersih,” kata Reje (Keuchik) Kampung Wih Terjun, Puasa kepada Serambi, Sabtu (7/4).
Menurut Puasa, banjir luapan terjadi setelah hujan deras disertai butiran hujan es mengguyur kawasan itu. Tetapi, tidak ada korban jiwa maupun rumah yang rusak. “Bisa dikatakan ini merupakan banjir luapan. Bukan banjir bandang,” terangnya.
Ditambahkan, dampak dari bencana tersebut, sebagian perabotan rumah tangga seperti tempat tidur ikut terendam. Apalagi, sebagian warga di kampung itu hanya tidur di lantai beralaskan kasur tanpa menggunakan tempat tidur. “Makanya, ketika banjir warga harus mengungsi ke meunasah karena tidak bisa tidur di lantai yang terendam,” kata Puasa.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Thamrin Elasri menyebutkan, setelah mendapat laporan musibah banjir di Kampung Wih Terjun, pihaknya langung turun ke lokasi. “Banjir ini terjadi karena memang kondisi drainasenya yang kurang baik, sehingga begitu air besar datang meluap dan meluber ke permukiman,” kata Thamrin.
Pihak BPBD sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dapat mendatangkan satu unit alat berat guna memperbaiki saluran drainase yang kondisinya telah mengecil. “Daerah kita berada di dataran tinggi, sehingga di musim hujan, kerap terjadi banjir bandang dan tanah longsor,” kata Thamrin.
Puting beliung
Bencana angin puting beliung kembali menerjang Kabupaten Bener Meriah. Kali ini terjadi di Kampung Ronga-Ronga, Kecamatan Timang Gajah, Sabtu (7/4) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kabid Kedaruratan BPBD Bener Meriah, Agus Amvera mengatakan, angin kencang disertai hujan deras merusak rumah seorang warga bernama Karyadi (40) di pinggiran Jalan Nasional Takengon-Bireuen. Seng rumah milik Karyadi bertebaran diterpa angin berputar itu.
“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD meluncur ke lokasi memperbaiki kerusakan rumah korban dan menyalurkan bantuan,” ujarnya.
Anggota DPRA dari Dapil IV, Bardan Sahidi berharap pemerintah bersama lembaga dan organisasi peduli kebencanaan membekali masyarakat dengan pengetahuan terkait puting beliung dan cara mengurangi risikonya.
“Ini penting karena Kabupaten Bener Meriah menjadi langganan puting beliung tiap tahun. Masyarakat wajib tahu apa yang akan dan harus dilakukan baik sebelum, saat, maupun setelah bencana,” demikian Bardan Sahidi.(my/c51)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/puting-beliung-di-bener-meriah_20180330_200106.jpg)