Darwati Launching Asosiasi Perancang Fashion Aceh

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Darwati A Gani dan wakilnya, Dyah Erti Idawati menghadiri launching

Darwati Launching Asosiasi  Perancang Fashion Aceh
SERAMBI/M ANSHAR
Model tampil memperagakan busana muslim pada acara pengukuhan Asosiasi Perancang Fashion Aceh (APFA) periode 2018-2021 oleh Ketua Dekranasda Aceh, Darwati A Gani di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Jumat (4/6/2018) malam. Sebanyak 16 perancang atau desainer fashion busana di Aceh menampilkan 32 karya busana muslimah yang diperagakan oleh para model di catwalk di Ballroom Hotel Hermes Palace Banda Aceh. SERAMBI/M ANSHAR 

BANDA ACEH - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Darwati A Gani dan wakilnya, Dyah Erti Idawati menghadiri launching Asosiasi Perancang Fashion Aceh (APFA) di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Jumat (6/4) malam. Pada kesempatan tersebut, Darwati juga mengukuhkan Pengurus APFA periode 2018-2021.

Dalam sambutannya Darwati mengatakan, ekonomi kreatif menjadi salah satu penyumbang besar terhadap pendapatan negara. Dan dalam hal ini, industri fashion memberikan kontribusi cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif. “Industri fashion juga menyerap tenaga kerja paling banyak di antara subsektor Industri Kreatif lainnya dan juga memberikan kontribusi tinggi terhadap ekspor indonesia,” ujar Darwati.

Yang juga menarik untuk dicermati, lanjut istri Gubernur Aceh itu adalah angka konsumsi rumah tangga untuk fashion mencapai Rp 282,8 triliun. Atau menempati urutan kedua setelah kuliner dengan angka konsumsi rumah tangga sebesar Rp 367,5 triliun.

“Jika melihat angka statistik ini, kita tentu menyadari bahwa industri fashion merupakan sektor yang sangat potensial untuk kita kembangkan, khususnya di Aceh. Terlebih lagi dengan tren busana islami yang marak dewasa ini, yang sangat sesuai dengan kondisi sosiokultural masyarakat Aceh yang lekat dengan nilai-nilai islami,” ujarnya.

Darwati melanjutkan, untuk mengembangkan sektor fashion di Aceh, dibutuhkan daya kreatifitas tinggi, meskipun Aceh memiliki khasanah kekayaan motif yang tidak kalah menariknya dengan daerah lain di nusantara.

Hal itu dikarenakan motif-motif yang ada selama ini mungkin kurang dirancang bervariasi sebagai sebuah model yang dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman. Padahal itu menjadi tuntutan dan selera masyarakat pada hari ini.

“Kami yakin, kreatifitas ini tidak akan terlalu menjadi masalah, sebab pada dasarnya Aceh memiliki banyak perancang atau desainer fashion yang berbakat. Hanya saja, keberadaannya mungkin masih belum terkoordinir, masih berjalan sendiri-sendiri dan belum terhimpun dalam wadah yang solid,” imbuh Darwati.

Setelah pengukuhan APFA, acara dilanjutkan dengan peragaan busana hasil rancangan para desiner Aceh. Sebanyak 13 desainer memamerkan 32 karyanya. Peragaan busana itu mengangkat tema ‘Tsunami’.(rel/rul)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved