Puisi

Kau Terhenti di Persimpangan Jalan

Kau bayangkan kuburan dan kegelapan terbentang di depanmu, menyulut ketakutan tanpa akhir. Tapi kau ingin bangkit dengan seribu daya

Sajak-sajak |Mahdi Idris

 Buat: Arafat Nur

Kau bayangkan kuburan dan kegelapan terbentang di depanmu, menyulut ketakutan tanpa akhir. Tapi kau ingin bangkit dengan seribu daya yang telah kau persiapkan. Menerjang ketakutan itu, membuang ke dunia terjauh.

Kau terhenti di persimpangan jalan, tapi langkahmu terus menuju gugusan kehidupan yang baru. Mencari yang lenyap, menggapai mimpi-mimpi, menjauhi ketakutan-ketakutan dan kuburan yang terlalu dini.

Kau terhenti di persimpangan jalan, ingin menata kehidupan baru, cinta yang baru dan serba kebaruan dalam hidupmu. Kelak, kau bisa mengubah kegelapan menjadi cahaya.

Kau terhenti di persimpangan jalan!

Kau telah membawa segulungan kertas buram, yang menyita hidupmu menjadi sesuatu yang terabaikan. Lalu langkahmu mencari cinta di tengah savana. Mengeratnya menjadi air, membawamu ke muara.

Kau terhenti di persimpangan jalan! Cinta tak harus tergadaikan pada kesia-sian, katamu, seraya memandangi langit kelam. Hujan tak kunjung turun.

(Pondok Kates, 21 Maret 2018)

Kau Terhenti di Pusaran Gelombang

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help