Puluhan Dokter Kritik Uji Kompetensi Dokter

Puluhan dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama (FK-Unaya) mengikuti diskusi

Puluhan Dokter Kritik  Uji Kompetensi Dokter
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

BANDA ACEH - Puluhan dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama (FK-Unaya) mengikuti diskusi yang digelar Forum Komunikasi Retaker Abulyatama Aceh (FK-RAA) di Hotel The Pade, Aceh Besar, Sabtu (7/4). Dalam diskusi tersebut, FK-RAA mengritik pelaksanaan Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang dinilai tidak transparan.

Lamanya pengumuman hasil UKMPPD hingga satu bulan oleh Dikti diduga rentan penyelewengan. Untuk itu, semua pihak mulai dari rektorat, Kopertis, dan pihak terkait diharapkan dapat mendesak Dikti untuk mempercepat pengumuman UKMPPD. Di samping itu, Ombudsman diminta menelusuri dugaan maladministrasi yang dilakukan Dikti terhadap pelaksanaan uji kompetensi itu.

Hal itu diungkapkan Koordinator FK-RAA, dr Said Syahrizal HA MM(Kes), dalam diskusi yang berjudul ‘Solusi Terbaik Persoalan UKMPPD Retaker Unaya 2007-2011’ kemarin. Amatan Serambi, sejumlah pihak yang sebelumnya telah diundang, yaitu Rektor Unaya, Dekan FK Unaya, Kopertis, dan DPRA tidak berhadir.

Said mengatakan, hasil uji kompetensi itu tidak adil jika dijadikan satu-satunya syarat bagi seorang dokter untuk bisa praktik. “Di Indonesia saat ini ada 3.000-an dokter yang belum lulus uji kompetensi, sementara di Unaya ada 94 orang,” ujar Said, dan menyebut mereka yang sudah lulus pendidikan profesi (co-ass) semestinya tidak dibebankan lagi dengan uji kompetensi.

Dia mengilustrasikan perjalanan mahasiswa FK saat ini seperti lari maraton 10 kilometer ditambah lari sprint 100 meter. Maraton 10 km diibaratkan kuliah 7 semester plus 3 semester co-ass, sedangkan lari sprint 100 meter yaitu uji kompetensi dokter. “Masalahnya, kita sudah sangat lelah dengan maraton 10 km. Namun belum sampai finish, panitia tiba-tiba mengumumkan ada penambahan 100 meter sprint,” ujarnya.

Kepada pihak kampus, FK-RAA menuntut segera mewisuda dan mengambil sumpah 94 lulusan dokter dalam tempo 12 hari serta segera berikan ijazah mereka. Selain itu, pihaknya meminta FK Unaya menyelenggarakan Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) di Fakultas bekerja sama dengan PB IDI dan pengawas UKDI pusat. “Kalau tidak diindahkan, kami akan melapor ke DPRA bahkan Gubernur,” tegas Said.(fit)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help