SerambiIndonesia/

TNI-AL Sergap Buruan Interpol

Jajaran TNI Angkatan Laut (AL) di bawah Pangkalan TNI-AL (Lanal) Sabang menangkap kapal ikan asing, STS-50

TNI-AL Sergap Buruan Interpol
SERAMBI/BUDI FATRIA
Personel TNI AL Lanal Sabang mengawal Anak Buah Kapal (ABK) kapal dengan nama lambung STS-50 yang menjadi buronon interpol di Dermaga Lanal Sabang, Sabtu (7/4). Foto Kanan atas : Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI Yudo Margono bersama Komandan Lantamal I, Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto dan Danlanal Sabang, Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie memeriksa muatan kapal. Foto kanan bawah : Personel TNI AL Lanal Sabang mengawal ketat kapal yang menjadi buronon interpol. FOTO-FOTO:SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Jajaran TNI Angkatan Laut (AL) di bawah Pangkalan TNI-AL (Lanal) Sabang menangkap kapal ikan asing, STS-50 yang menjadi buronon Interpol, Jumat (6/4) pukul 16.35 WIB di Perairan Pulau Weh. Saat ini, kapal bersama 30 ABK diamankan di dermaga Lanal Sabang.

Kapal STS-50 merupakan kapal dengan status stateless (tidak bernegara), meskipun saat ditangkap kapal itu memasang bendera negara Togo, namun belakangan diketahui jika pemasangan bendera itu ilegal. Kapal itu sempat beberapa kali berganti nama saat masuk ke sejumlah negara, sehingga STS-50 juga dikenal dengan nama Sea Breeze atau Andrey Dolgov.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Yudo Margono, Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, Danlanal Sabang Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie, dan sejumlah perwira TNI AL lainnya, Sabtu (7/4) meninjau kapal STS-50 yang sandar di dermaga Lanal. Mereka ikut memeriksa sejumlah bagian dalam kapal tersebut.

Laksamana Muda TNI Yudo Margono mengatakan, kapal STS-50 sudah masuk daftar buronan Interpol sejak beberapa waktu lalu. Sehingga informasi pencarian keberadaan kapal itu disebar ke sejumlah negara. Kapal itu menjadi buronan interpol karena terlibat illegal fishing (penangkapan ikan ilegal) dan dua kali melarikan diri, yaitu saat ditahan pihak kepolisian Tiongkok dan Monzambik.

“Mereka sudah 10 bulan berlayar kesana kemari karena menghindari aparat, katanya tadi pernah ke Cina, Filipina, Korea, Madagaskar, dan sebagainya, dan ini katanya akan menuju ke Singapura untuk mengisi bahan bakar,” ujar Yudo Margono.

Penangkapan kapal itu berawal dari informasi perwira TNI-AL yang bertugas di International Liasion Officer (ILO) Information Fusion Center (IFC) Singapura yang melaporkan bahwa kapal buronan itu sedang berlayar dari Madagaskar menuju Selat Malaka. Sehingga Pangarmabar langsung menyiagakan pasukan dan kapal di Lanal Sabang dan Lhokseumawe. Bahkan KRI Sigalu, KRI Alamang, dan pesawat Cassa P-852 juga dikerahkan menuju pantai timur Aceh.

Setelah memastikan keberadaan kapal STS-50 itu mendekati wilayah Sabang, Kapal Angkatan Laut (KAL) Simeulue bergerak ke titik penyergapan, yaitu sekitar 13 km timur Sabang dan berhasil mengamankan kapal tersebut, kemudian digiring ke Teluk Sabang.

Laksamana Muda TNI Yudo Margono menyebutkan, setelah didata diketahui terdapat 30 ABK di dalam kapal, yang terdiri atas 20 WNI, delapan warga Rusia, dan dua warga Ukraina. Sedangkan ikan hasil tangkapan sudah dijual saat kapal itu berada di Tiongkok. Di dalam kapal hanya ada jaring. Hari ini, rencananya TNI-AL akan kembali menggeledah isi kapal.

Ia menambahkan, karena kapal itu merupakan buronan Interpol dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), maka dalam beberapa hari ke depan kapal itu akan diserahkan kepada Satgas 115 yaitu Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal yang berada di bawah KKP.(mun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help