1.724 Proyek APBA belum Dilelang

Jumlah proyek APBA 2018 adalah 2.872 paket Rp 4,951 triliun, termasuk 1.635 di antaranya proyek otsus

1.724 Proyek APBA belum Dilelang

* Target Akhir Juni Tuntas

BANDA ACEH - Jumlah proyek APBA 2018 adalah 2.872 paket Rp 4,951 triliun, termasuk 1.635 di antaranya proyek otsus usulan kabupaten/kota Rp 2,134 triliun. Namun, dari total jumlah itu, baru 1.148 paket (40 persen) di antaranya sudah dilelang, 5-9 April 2018. Sisanya 1.724 paket lagi belum dilelang baik melalui media cetak, elektronik, maupun online. Pasalnya sedang diverifikasi Pokja Lelang di Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Aceh. Di samping itu, ada juga dokumen pendukung proyek belum lengkap.

Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Nova Iriansyah menyampaikan hal ini ketika menjawab Serambi, Senin (9/4), seusai Rapimsus Evaluasi Pelaksanaan Lelang Proyek APBA 2018 di ruang rapat P2K Setda Aceh, Banda Aceh. Rapat ini juga diikuti pejabat Aceh lainnya, yaitu Sekda Dermawan dan para Kepala SKPA, antara lain Kepala Dinas Pendidikan, Laisani, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Rizal Aswandi, Kepala Dinas Pengairan, Ir Hasanuddin Ishak, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, dan Kawasan Pemukiman, Ir Samsul, Kepala Dinas Kesehatan, dr Hanif, dan Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Zulkarnain.

“Untuk mempercepat proses lelang terhadap paket-paket proyek fisik, saya minta semua dinas dan badan agar sebelum bahan dokumen proyek yang hendak lelang diantar ke Unit Layanan Pelelangan (ULP) Setda Aceh, maka terlebih dahulu memeriksa dan melengkapinya, sehingga dokumen lelang yang masuk ke Pokja Pelelangan sudah lengkap semua,” kata Wagub

Adapun tujuan Rapimsus ini digelar, kata Wagub agar pada akhir Juni 2018 semua paket APBA ini sudah tuntas dilelang untuk dikerjakan. Para Kepala SKPA dalam Rapimsus itu berjanji akan melengkapi semua dokumen proyek yang belum dilelang itu.

Sementara itu, Asisten Intelijen Kejati Aceh, Mukhlis SH mengatakan Kajati Aceh, Chaerul Amir sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Kepala SKPA, pimpinan BUMN, dan bupati/wali kota se-Aceh agar jangan ada yang menghiraukan jika ada pihak-pihak yang mencatut namanya untuk kepentingan melobi proyek Pemerintah Aceh yang saat ini sedang proses lelang.

Surat itu juga ditembuskan kepada Gubernur Aceh, Ketua DPRA, Wakil Kajati Aceh, dan para asisten Kejati Aceh. “Jika ada pihak-pihak yang mendatangi atau menghubungi pejabat pengadaan dan menyebut nama Kajati untuk melobi proyek atau keperluan kegiatan lain, tolong terlebih dahulu dikonfirmasikan ke nomor handphone 085360143167,” sebut Mukhlis.

Mukhlis menambahkan hingga kini memang belum ada orang-orang yang ‘menjual’ nama Kajati dalam melobi proyek. Namun, surat pemberitahuan itu sebagai antisipasi. Kajati juga berharap kepada apejabat-pejabat pengadaan barang dan jasa agar bisa melakukan proses lelang barang dan jasa sesuai aturan. Jangan sampai muncul agen-agen dalam pengadaan barang dan jasa. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help