Gara-gara Ulah Pramugari, Seorang Penumpang Gugat Garuda Indonesia Rp 11,25 Miliar

Setelah tiba di tujuan memang langsung dibawa ke rumah sakit. Hanya saja selama 1,5 bulan pasca kejadian Garuda tak pernah menghubungi lagi.

Gara-gara Ulah Pramugari, Seorang Penumpang Gugat Garuda Indonesia Rp 11,25 Miliar
KOLASE
Kolase pesawat dan pramugari Garuda Indonesia 

"Kami menilai pramugari Garuda lalai, karena para pramugari yang menyediakan makanan sedang ngobrol satu sama lain, sehingga menumpahkan air panas," katanya.

David mengategorikan cacat tetap yang dialami kliennya mengacu ketentuan Pasal 1 angka 14 Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Udara.

Dalam pasal itu disebutkan bahwa cacat tetap adalah kehilangan atau menyebabkan tidak berfungsinya adalah salah satu anggota badan atau yang mempengaruhi aktivitas secara normal seperti hilangnya tangan, kaki, atau mata, termasuk dalam pengertian cacat tetap adalah cacat mental.

"Akibat insiden tersebut, kulit klien kami melepuh, dan tidak bisa kembali seperti semula. Sehingga sesuai dengan ketentuan tersebut," lanjutnya.

David juga menyayangkan tindakan Garuda yang tak kooperatif setelah kejadian, karena selama 1,5 bulan setelah insiden, Kosmariam tak pernah lagi dihubungi Garuda.

(Baca: Penerbangan Jamaah Haji Indonesia Tahun 2018 Tanpa Transit, Pesawat Langsung Terbang ke Arab Saudi)

(Baca: Resmi! Maskapai Penerbangan Terapkan Aturan Membawa Power Bank di Pesawat)

(Baca: Riwayat Si Gunung Emas Seulawah RI-001, Pesawat Pertama RI yang Dibeli dengan Uang Rakyat Aceh)

"Ketika kejadian penanganannya juga minim, penggugat hanya diberikan salep. Setelah tiba di tujuan memang langsung dibawa ke rumah sakit. Hanya saja selama 1,5 bulan pasca kejadian Garuda tak pernah menghubungi lagi," sambungnya.

Dalam gugatan, Kosmariam meminta ganti rugi senilai Rp 1,25 miliar atas kerugian material, dan senilai Rp 10 miliar atas ganti rugi imaterial.(*)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul "Seorang Penumpang Gugat Garuda Indonesia Rp 11,25 Miliar"

Editor: Safriadi Syahbuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved