Mualem Tunjuk 10 Kader ke Senayan

Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Muzakir Manaf atau Mualem akhirnya angkat bicara terkait

Mualem Tunjuk 10 Kader ke Senayan
Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah tertawa lepas bersama Ketua Umum DPA PA, Muzakir Manaf dan Sekretaris Jenderal DPA PA, Kamaruddin Abubakar usai acara pelantikan pengurus DPA PA periode 2018-2023, di Amel Convention, Banda Aceh, Selasa (10/4). SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Muzakir Manaf atau Mualem akhirnya angkat bicara terkait desas-desus kader PA yang akan dikirim ke Senayan pada Pileg 2019. Meski belum final dan masih merahasiakan namanya, Mualem mengaku menunjuk 10 kader terbaiknya untuk bertarung merebut kursi DPR RI dari Aceh dalam kontestasi tahun depan.

Hal itu dikatakan Mualem saat ditanyai Serambi usai pelantikan Pengurus DPA PA periode 2018-2023 di Amel Convention Banda Aceh, tadi malam. Berulang kali ditanyakan terkait nama-nama yang saat ini mencuat, Mualem tetap bungkam, dia tak mau menyebutkan satu pun nama kadernya yang akan dikirim ke Senayan.

“Belum final, masih dalam proses. Semuanya kita persiapkan sekitar 10 atau 11 orang lah, tapi nama-namanya belum tahu lagi. Nanti akan kita buat pengumuman siapa yang kita usung ke DPR RI,” kata Mualem didampingi sejumlah pengurus teras DPA PA usai pelantikan.

Serambi juga menyentil beberapa nama kader PA yang disebut-sebut sedang dipersiapkan PA ke Senayan, seperti Abdullah Saleh, Azhari Cagee, Kautsar, Muharuddin, Jufri Hasanuddin, dan beberapa lainnya. Namun, Mualem tetap tak mau membocorkannya, bahkan tidak mau berkomentar detail terkait nama-nama itu. “Iya lebih kurang begitulah, pokoknya nanti akan kita umumkan siapa yang kita kirim ke sana,” kata Mualem.

Lantas, jika memang PA benar akan mengirim kadernya ke DPR RI, tentu persoalan pemilihan partai nasional sebagai kendaraan juga akan menjadi strategi yang harus diperhitungkan PA, karena jika salah memilih kendaraan pasti kader dari PA tak akan tiba ke Senayan. Terkait itu, Mualem mengatakan, untuk partai nasional yang akan bekerja sama dengan PA akan ditentukan oleh PA dan diberikan juga hak kepada kader untuk memilih sendiri.

“Semuanya masih dalam proses, ada yang kita tentukan ada yang dipilih. Semua parnas kita kerja sama, lebih kurang ada 10 atau 11 parnas, sama juga dengan kader yang akan kita usung,” katanya. Ditanya apakah boleh kadernya menjadi anggota parnas jika maju sebagai caleg DPR RI dari parnas dimaksud, Mualem juga mengizinkannya. “Kenapa nggak boleh, kita dengan parnas kan juga boleh berkoordinasi, seperti saya,” kata Mualem.

Juga ditanyakan, apakah PA yakin dan siap mengirim kadernya ke DPR RI dengan catatan akan kehilangan kader terbaiknya di DPRA, Mualem juga menjawab santai. “PA ini kelebihan kader, maka orang yang sudah berpengalaman di Aceh kita kirim ke sana, dengan komitmen untuk menjaga dan mengawal MoU Helsinki di sana (pusat),” kata Mualem.

Amatan Serambi, pelantikan Pengurus DPA PA periode 2018-2023 tadi malam berlangsung khidmat. Ketua Mejelis Tuha Peut PA, Tgk Malik Mahmud Al-Haythar membacakan sumpah yang diikuti oleh ratusan pengurus yang dilantik, mulai dari Ketua Umum Muzakir Manaf, Sekjen Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak, Bendahara Hasan Sabon, Ketua Harian Sarjani Abdullah, dan para pengurus lainnya.

Sesuai SK kepengurusan, terlihat sedikit perubahan dalam kepengurusan DPA PA yang baru, di mana struktur pengurus semakin gemuk alias bertambah banyak. Misalnya, Ketua Umum Muzakir Manaf atau Mualem memiliki 20 wakil. Begitu juga posisi Sekjen, Abu Razak yang memiliki wakil lebih kurang 20 orang. Pada bidang-bidang, anggotanya pun tak sedikit.

Usai dilantik, Mualem juga menyampaikan pidato politiknya. Mantan wakil gubernur Aceh ini mengucapkan terima kasih kepada segenap kader PA dan Komite Peralihan Aceh (KPA) seluruh Aceh yang masih mempercayakan dirinya sebagai Ketua Umum DPA PA lima tahun ke depan. “Kami merasa bangga, kami ucapkan terima kasih kepada kader yang masih mempercayakan kami dalam menjalankan amanah perjuangan Aceh melalui PA yang sampai saat ini masih konsisten dengan cita-cita dan perjuangan Aceh,” kata Mualem.

Meski kader telah mempercayakan jabatan kepadanya, namun Mualen mengaku tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan kader PA baik di DPC, DPW, dan semua simpatisan PA. Karena, menurut Mualem, PA adalah organisasi besar, sebuah partai besar yang mengayomi banyak kader. “Terlepas dari pada itu, loen keudroe hanjeut loen keurija meunyoe hana sokongan dari ureung droen bandum, DPW, DPC,” sebut Mualem.

Mualem juga menekankan untuk semua kader PA agar bersiap-siap untuk menghadapi pesta demokrasi yang akan segera berlangsung, terutama pemilihan bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota di tiga kabupaten/kota, yakni Pidie Jaya, Aceh Selatan, dan Subulussalam dalam tahun ini.

“Ini adalah pemanasan dan hasilnya menjadi tolak ukur bagi kemenangan Pemilu 2019, sehingga kita tidak boleh lalai dan harus mempersiapkan kekuatan serta strategi yang bagus untuk pilkada kita ini, di tiga kabupaten tersebut,” katanya.

Mualem yakin PA akan bisa meraup kursi mayoritas di Pileg 2019, baik di DPRK maupun di DPRA, dan DPR RI. “Bagi kader yang memiliki niat untuk maju sebagai calon legislatif, mulai sekarang sudah bisa menyosialisasi diri ke masyarakat dengan cara yang sopan. Saya perintahkan agar kita menaklukkan hati rakyat karena rakyatlah yang memberi kemenangan kita di masa hadapan,” pungkas Mualem.

Pelantikan DPA PA tadi malam turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan sejumlah kita ketua partai nasional seperti Ketua Umum DPW PKS, Ghufan Zainal Abidin, Ketua Umum DPD I Golkar, TM Nurlif, Ketua DPD PDI, Karimun Usman, perwakilan Partai Garuda, PBB, dan sejumlah akademisi, tokoh masyarakat dan ulama. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help