SerambiIndonesia/

Kader PA ke Senayan Wakili Parnas

Partai Aceh (PA) telah memutuskan akan mengirimkan sejumlah kader terbaiknya ke DPR dan DPD RI

Kader PA ke Senayan Wakili Parnas
SERAMBINEWS.COM
MAWARDI ISMAIL,Pakar Hukum 

* Salah Pilih Kader, Citra Partai Bisa Merosot

BANDA ACEH - Partai Aceh (PA) telah memutuskan akan mengirimkan sejumlah kader terbaiknya ke DPR dan DPD RI melalui partai nasional (parnas). Pertanyaannya kemudian adalah, saat terpilih nanti, apakah mereka akan tetap mewakili PA selaku partai lokal (parlok) atau justru mewakili parnas?

Terkait hal ini, Pengamat Politik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Mawardi Ismail SH MHum, memastikan bahwa kader PA yang lolos ke Senayan nanti tetap akan mewakili parnas. “Dia tetap mewakili partai nasional dengan rasa lokal. Memang unik. Makanya regulasi kepartaian itu unik,” katanya.

Hal itu disampaikan Mawardi saat menjadi narasumber tamu by phone dalam talkshow Radio Serambi FM, Kamis (12/4) pagi, membahas Salam (Editorial) Harian Serambi Indonesia berjudul ‘PA Titip Kader ke Senayan, Kenapa?’. Hadir sebagai narasumber internal dalam talkshow bertajuk Cakrawala itu adalah Sekretaris Redaksi Harian Serambi Indonesia, Bukhari M Ali, dipandu host, Dosi Elfian.

Menurut Mawardi, dari sisi regulasi merupakan hal yang biasa jika PA mengirimkan kadernya ke Senayan melalui partai nasional. Namun dari sisi politik, langkah PA ini memiliki makna yang dalam, karena secara terang-terangan menunjukkan bahwa PA ingin ikut bertarung pada level Nasional.

“Ini akan sangat bagus karena aspirasi dari Partai Aceh juga akan dapat terakomodir dalam kebijakan-kebijakan Nasional melalui Senayan,” tambahnya.

Namun, pakar hukum tata negara ini mengingatkan bahwa popularitas PA cenderung menurun sejak 2009. Imbasnya, apabila PA menitipkan kadernya melalui partai nasiona, maka popularitas partai nasional juga bisa ikut-ikutan menurun. Karena itu, perlu ada upaya dari PA untuk memperbaiki citra dan kiprahnya di masyarakat, sehingga kepercayaan masyarakat bisa kembali tumbuh.

“Apabila citra partai lokal, katakan Partai Aceh, sedang menurun lalu menumpang ke partai nasional. Maka ini akan berdampak pada menurunnya partai nasional. Jadi tantangannya adalah Partai Aceh harus memperbaiki citranya sehingga publik bisa percaya lagi,” ujarnya.

Di samping itu, partai nasional juga harus cukup jeli utnuk melihat kader-kader yang nanti akan dititipkan, menguntungkan atau tidak bagi parnas tersebut. “Apabila kader yang masuk ke parnas popularitasnya sedang menurun, nah ini namanya bunuh diri. Tetapi kalau mereka dapat mendeteksi ada kader-kader dari partai lokal yang akan menjadi tambahan energi bagi partai nasional, nah itu akan positif,” tambah Mawardi.

Sementara itu, Anggota DPRA dari Partai Aceh, Kausar, yang juga menjadi narasumber tamu by phone menyampaikan, hingga saat ini nama-nama kader PA yang akan dikirim ke Senayan masih mistik alias belum jelas.

Menurut Kausar, kemungkinan nama-nama itu masih sebatas di pikiran Ketua DPA PA, Muzakir Manaf alias Mualem. “Menurut Pak Sarjani (Ketua Harian DPA PA), Mualem akan mengajak partai untuk menentukan nama-namanya dan partai apa,” kata Kausar.

Kausar sendiri mengaku berencana maju ke DPR RI, dan saat ini sedang membangun komunikasi dengan Partai Demokrat, termasuk mengukur elektabilitas di lapangan. “Saya melihat sebenarnya the real politic saat ini ada di Jakarta untuk kepentingan Aceh, baik dalam kepentingan pembangunan, politik, dan kepentingan lainnya,” kata mantan Ketua Fraksi PA di DPRA ini.

Ditanya alasannya memilih Partai Demokrat, Kausar mengatakan bahwa semua partai nasional bagus, namun Demokrat lebih mewakili dirinya. “Saya merasa Demokrat itu mewakili saya, dan saya merasa Demokrat itu saya banget,” demikian Kausar.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help