Hanya Minum Susu Saat Sarapan, Amankah?

Kebiasaan sarapan akan membantu seseorang lebih mudah fokus dan konsentrasi serta selalu berenergi.

Hanya Minum Susu Saat Sarapan, Amankah?

Baca: 112 Rudal Tomahawk AS Hantam Suriah, Satu Buah Rp 25,7 Miliar, Berapa Biaya Terbang Pesawat Pembom?

Baca: Tolak Pergub Cambuk di LP, Ormas Islam Rencanakan Gelar Aksi di Banda Aceh, Ini Jadwalnya

Menu sarapan idealnya memenuhi sepertiga kebutuhan total kalori harian supaya tubuh tetap berenergi dan kebutuhan gizi terpenuhi.

Namun cukup banyak orang yang menganggap minum segelas susu atau bahkan teh manis sebagai sarapan.

Susu memiliki kandungan gizi berlimpah, terutama kalsium dan vitamin. Dibanding makanan lain, kalsium dalam susu merupakan tertinggi dan berkhasiat bagi kepadatan tulang.

Karena menganggap kandungan gizinya lengkap, tak sedikit orang yang memilih segelas susu sebagai pengganti sarapan, bahkan untuk menu sahur pengganti nasi.

Lalu amankan hanya minum susu saja untuk sarapan?

Dalam segelas susu terkandung karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin, tetapi segelas susu sapi hanya mengandung sekitar 60 kalori.

"Jangan cuma minum susu. Lebih baik ditambah asupan lain seperti roti, mi, sereal, atau nasi," kata Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Prof. Hardinsyah yang dikutip dari Kompas.com.

Sedangkan menurut Ahli gizi, Dr Maurudut mengatakan susu bukanlah asupan utama dan tidak bisa menggantikan makan besar.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved