Bos Mifa Bersaudara Sebut Industri Pertambangan di Aceh Sangat Menjanjikan, Berikut Alasannya

“Namun potensi itu tidak memberi manfaat lebih kalau tidak dikelola dengan baik,”

Bos Mifa Bersaudara Sebut Industri Pertambangan di Aceh Sangat Menjanjikan, Berikut Alasannya
Direktur Utama PT Mifa Bersaudara, Slamet Haryadi 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Direktur Utama (Dirut) PT Mifa Bersaudara, Ir Slamet Haryadi menyebut industri pertambangan di Aceh memiliki prospek yang sangat menjanjikan.

Hal itu menurutnya terlihat jelas dari sumber daya alam milik Aceh yang sangat melimpah. Selain batu bara di Aceh Barat, Provinsi Aceh kaya akan emas, bijih besi, galian c, dan barang tambang lainnya yang belum dieksplorasi secara detail.

“Namun potensi itu tidak memberi manfaat lebih kalau tidak dikelola dengan baik,” ujar bos Mifa Bersaudara itu, seusai pelantikan Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Aceh di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, Senin (16/4/2018).

Dia mengatakan, ada lima aspek yang menentukan kesuksesan suatu investasi yaitu niat, kompetensi dalam investasi, komitmen, ikut aturan yang berlaku, dan menjalankannya dengan rencana yang tepat.

Baca: Dirut PT Mifa Jadi Pembicara Utama Dalam Seminar Nasional Perhapi Aceh

“Lima aspek itu harus dipenuhi agar investasi itu sukses,” kata Slamet, seraya menyebut keterlibatan masyarakat dalam proyek tersebut juga sangat menentukan.

Slamet mencontohkan perusahaan yang dipimpinnya, PT Mifa Bersaudara yang hingga saat ini sudah merekrut 79 persen putra Aceh untuk berkontribusi dalam industri batubara di Meulaboh.

“Kami harapkan suatu saat putra-putri Aceh akan menduduki posisi kunci dalam perusahaan,” ujarnya.

Kepada pengurus PERHAPI Aceh yang baru dilantik, Adi Risfandi ST MM, dia berharap agar organisasi itu dapat berkontribusi kepada seluruh stakeholder, sehingga pengelolaan tambang Aceh bisa maju.

“Semoga PERHAPI Aceh dapat menjadi partner pemerintah dalam pemberdayaan sumber daya alam,” tukas Slamet. (*)  

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help