SerambiIndonesia/

Ingat Pelajar SMP yang Mau Nikah? Ternyata Mereka Batal Nikah Hari Ini

Pernikahan baru akan dilakukan setelah keduanya mengantongi dispensasi dari Camat Bantaeng.

Ingat Pelajar SMP yang Mau Nikah? Ternyata Mereka Batal Nikah Hari Ini
Awal Rahman dan Awalia Mar’a yang melangsungkan pesta pernikahan di Borong Rappoa, Kecamatan Kindang, Bulukumba. (FACEBOOK.COM/EVHY VHYIIOO) 

Jika tidak, maka pernikahan tersebut tetap dilakukan, pernikahan tersebut telah melanggar hukum.

Salah satu persyaratan dalam kepengurusan pernikahan di bawah umur oleh KUA, pihak calon perempuan harus mengisi formulir N-5 yang berisi surat persetujuan dari orang tua untuk melangsungkan pernikahan.

Tak hanya itu, mempelai juga harus mendapatkan surat izin dari pengadilan Agama untuk melangsungkan pernikahan.

Pernikahan di KUA tidak ada pungutan biaya atau gratis, selama kedua mempelai memiliki surat keterangan tidak mampu dari kelurahan maupun kecamatan.

Dan untuk pernikahan di luar KUA, calon mempelai harus membayar biaya administrasi sebesar Rp 600 ribu, yang disetor ke kas negara.

Baca: Kekacauan Bahasa di Media Sosial

Batal menikah

Pasangan sejoli di Bantaeng yang usianya masih dini batal menikah, Senin (16/4/2018).

Dilansir dari TribunTimur, pasangan SY dan FA yang sebelumnya telah mengikuti mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Kantor KUA, Kecamatan Bantaeng, Kamis (12/4/2018) itu belum ada dispensasi dari Kantor Camat Bantaeng.

"Belum bisa menikah hari ini katanya karena belum ada dispensasi dari pak Camat Bantaeng," ujar Sy kepada TribunBantaeng.com.

Baca: Rizal Ramli: Aceh Dikasih Uang Banyak, Kok Nggak Jadi Apa-apa, Jangan-jangan

Keduanya pun sempat menyambangi Kantor KUA Kecamatan Bantaeng di Jl Delima, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

SY didampingi oleh ibundanya dan FA didampingi oleh bibinya. Namun pernikahan yang sedianya dijadwalkan siang ini akhirnya batal.

Pernikahan baru akan dilakukan setelah keduanya mengantongi dispensasi dari Camat Bantaeng.

Camat Bantaeng, Chandra beralasan buru-buru dan hendak mendatangi pesta saat keduanya menyambangi kantor camat.

Padahal diketahui proses pencatatan tidak boleh ditolak lagi setelah keduanya mengantongi dispensasi dari Pengadilan Agama Bantaeng. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Ingat Pelajar SMP yang Mau Nikah? Fakta Pahit Diterimanya, Berawal Saat Pak Camat Akan Datangi Pesta

 

Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help