Salam

Mestinya tak Tertipu Lagi Tawaran Rumah Bantuan

Hampir 100 warga dari sembilan desa di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, diyakini menjadi korban penipuan

Mestinya tak Tertipu Lagi Tawaran Rumah Bantuan
SERAMBINEWS.COM/DEDI ISKANDAR
Sebuah rumah bantuan milik adik Camat Tripa Makmur 

Hampir 100 warga dari sembilan desa di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, diyakini menjadi korban penipuan pria berinisial Ric Jn yang menjanjikan rumah bantuan pemerintah pusat kepada warga Gandapura, Bireuen. Perkiraan sementara, sedikitnya Rp 700 juta uang warga ditarik pelaku, tapi rumah bantuan yang dijanjikan tak pernah terealisasi.

Sebagaimana dilaporkan Serambi, Minggu kemarin, para korban kasus penipuan tersebut menyerahkan uang mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 31 juta kepada pelaku. Bahkan, seorang warga yang merupakan orang kepercayaan pelaku, yakni Ridwan, ikut menjadi korban, karena sertifikat anah dan sepeda motornya dilarikan tersangka.

Adalah Ridwan ditemani Awaluddin yang membeberkan kasus dugaan penipuan ini kepada Serambi, Sabtu (14/4) lalu. Menurut Ridwan, ia bertemu Ric Jn di sebuah warung di Kutablang, Bireuen, pada November 2017. Sebagai teman, Ridwan sempat minta pinjam uang kepada Ric untuk buka usaha. Esoknya, Ridwan bertemu lagi dengan Ric dan kali ini Ridwan minta Ric mengusahakan rumah bantuan untuknya. Pada Januari 2018, Ric menginformasikan bahwa ada rumah bantuan dari pemerintah pusat, tapi harus ditebus. Awalnya pelaku meminta kepada Ridwan untuk menyampaikan kepada keluarga dekatnya untuk menebus harga rumah Rp 20 juta, tapi akhirnya disepakati Rp 15 juta/unit tipe 36 dan tipe 68.

Lalu Ric meminta uang muka Rp 5 juta dari setiap calon penerima untuk membeli bahan bangunan. Tercatat belasan orang menyerahkan uang muka disertai kuitansi bermaterai. Pelaku juga menginformasikan bahwa jumlah rumah yang sebelumnya 25 unit ditambah 80 unit lagi.

Untuk meyakinkan warga yang berharap rumah bantuan, tersangka membangun rumah tipe 68 untuk Ridwan dan Awaluddin, sehingga warga lainnya tambah yakin dengan program tersebut. Tapi setelah sekian lama, rumah Ridwan hanya dikerjakan sekitar 50 persen, rumah Awaluddin sekitar 45 persen. Setelah itu, tersangka menghilang dari Gandapura, Bireuen, dengan melarikan sertifikat tanah dan sepeda motor Ridwan. Hingga awal Maret 2018 tersangka malah sudah menarik uang yang jumlahnya mencapai Rp 700 juta dari warga, namun hanya beberapa bahan bangunan yang diantarnya ke lokasi. Rumah yang dijanjikan tak pernah dibangun.

Terus terang, kita ikut prihatin atas kasus penipuan ini. Juga sangat kita sesalkan karena penipuan dengan kedok rumah bantuan bukan kali ini saja terjadi di Aceh. Pernah terjadi di Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Kota Subulussalam. Dulu nama Aceh Security Group (ASG) sempat terbawa-bawa karena ada oknum anggotanya yang menipu warga dengan modus seperti ini. Sampai-sampai Muzakir Manaf atau Mualem selaku Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) memperingatkan ASG agar mengawasi ketat anggotanya supaya tidak lagi menabur janji tentang adanya program rumah bantuan tersebut.

Nah, selang dua tahun berlalu, ternyata tipu muslihat seperti ini terulang lagi. Tapi kali ini kejadiannya di Gandapura, Bireuen yang tak pernah mengalami peristiwa seperti ini sebelumnya. Pelaku sepertinya selalu saja berhasil memanfaatkan keluguan warga untuk memperdaya mereka. Buktinya, meskipun media massa sudah berkali-kali memberitakan kasus seperti ini dengan maksud jangan sampai jatuh korban lagi, tapi tetap saja ramai warga yang tertipu.

Tipuan pertama justru ketika kepada warga dikatakan bahwa rumah bantuan dari pemerintah pusat itu harus ditebus. Cobalah berpikir waras, di mana logikanya rumah bantuan dari pemerintah tapi harus ditebus? Di sinilah kebohongan itu disemai pelaku dan banyak yang terperangkap.

Menyikapi kasus yang terus terulang ini, harapan kita terpulang kepada aparat kepolisian agar secepatnya meringkus tersangka yang kini melarikan diri dari rumahnya di Desa Lamkuta, Kecamatan Jangka, Bireuen. Yakinlah dia akan kembali, karena di rumah itu ia tinggalkan istrinya.

Kepada warga kita imbau agar selalu waspada, jangan lagi mudah tertipu mulut manis siapa pun yang menawarkan rumah bantuan, apalagi kalau bantuan itu harus pakai uang muka atau harus ditebus segala. Dinas Komunikasi, Informasi, dan Persandian Aceh maupun di tingkat kabupetan/kota harus sering-sering mengingatkan hal ini kepada publik, supaya tak jatuh korban lagi.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved