Pelaporan Amien Rais Dinilai Tak Penuhi Unsur Pidana, Ini Alasannya

Setidaknya, ada tiga hal yang bisa dikategorikan pelaporan tersebut tidak penuhi unsur Pidana.

Pelaporan Amien Rais Dinilai Tak Penuhi Unsur Pidana, Ini Alasannya
Kompas.com/Ihsanuddin
Amien Rais 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais, dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena diduga menyebarkan ujaran kebencian saat memberikan tausiyah saat mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim.

Sekretaris Jenderal Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI), Djudju Purwantoro menilai pelaporan pendiri Partai Amanat Nasional itu tidak memenuhi unsur Pidana.

Setidaknya, ada tiga hal yang bisa dikategorikan pelaporan tersebut tidak penuhi unsur Pidana.

“Pernyataan tentang adanya Partai Allah dan Partai Setan tersebut adalah tidak menunjuk kepada sesuatu partai tertentu, sehingga, bisa berlaku kepada partai manapun,” tutur Djudju, Senin (16/4/2018).

Dia menjelaskan, pernyataan mantan ketua umum PAN itu  tidak bertujuan menimbulkan rasa kebencian, rasa permusuhan, dan memecah belah kelompok inidividu dan masyarakat.

Baca: KIP Pijay Tetapkan Jumlah Daftar Pemilih Tetap, Paling Banyak Bandarbaru Paling Sedikit Panteraja

Baca: Ingat Pelajar SMP yang Mau Nikah? Ternyata Mereka Batal Nikah Hari Ini

Sehingga, dia melihat tidak ada unsur Pidana, seperti yang dimaksud dalam pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Merujuk dari pernyataan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu, kata dia, apa yang disampaikan mengenai adanya partai yang membela agama Allah dan partai orang-orang merugi, hanya sekedar mengingatkan kepada umat bergama.

Peringatan itu, menurut dia, di dunia akan ada aliran atau kelompok yang baik atau benar dan yang buruk atau salah.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help