SerambiIndonesia/

Pimpinan DPRA Datangi Pemilik Obligasi Tahun 1950, Ini Tujuannya

Obligasi yang dimiliki masyarakat Aceh itu, jenisnya bermacam-macam, ada obligasi untuk beli pesawat, kapal laut, dan lainnya.

Pimpinan DPRA Datangi Pemilik Obligasi Tahun 1950, Ini Tujuannya
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Ketua DPRA dan wakilnya mendatangi pemilik sertifikat obligasi hutang negara di Kampung Pineung Banda Aceh, Senin (16/4/2018). 

Kepada Pemerintah, Nyak Sandang, tidak meminta obligasinya itu diganti, atau dibayar, meskipun membayar utang negara kepada masyarakata itu wajib dilakukan.

Tapi yang ia minta adalah perhatian pemerintah terhadap dirinya.

Nyak Sandang, minta diberangkatkan naik haji, kemudian minta matanya dioperasikan dan ketiga pemerintah membangun masjid di Kampungnya.

Baca: Kisah Pesawat RI-001 Selundupkan Senjata Pasca Kemerdekaan, Berkat Sumbangan Nyak Sandang

Dari sejumlah permintaan yang dimintak Nyak Sandang, satu telah dikabulkan Presiden Joko Widodo, yaitu mengoperasi mata Nyak Sandang yang tidak bisa melihat, karena katarak, sekarang sudah dioperasi dan beliau sudah kembali bisa melihat.

Pemilik sertifikat atau hutang negara lainnya yang ada di Aceh, kata Muharuddin, juga berfikir seperti apa yang diminta Nyak Sandang.

Mereka minta supaya Pemerintah Jokwi – JK memberikan perhatian dan penghargaan kepada para pemilik obligasi, atau sertifikat hutang negara yang diterbitkan tahun 1950 – 1959 dan lainnya.

Di Kampung Pineung, Kota Banda Aceh, sebut Muharuddin, ada tiga orang pemilik obligasi sertifikat hutang negara, yang sedang kami kunjungi.

Baca: Lagi, Pemilik Obligasi Pembelian Pesawat RI 001 Mencuat

Diantaranya Ibrahim Laweung, miliki dua lembar kertas obligasi, satu senilai 3000 rupiah dan satu lagi senilai 5.500 rupiah.

Halaman
123
Penulis: Herianto
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help