Pimpinan DPRA Datangi Pemilik Obligasi Tahun 1950, Ini Tujuannya

Obligasi yang dimiliki masyarakat Aceh itu, jenisnya bermacam-macam, ada obligasi untuk beli pesawat, kapal laut, dan lainnya.

Pimpinan DPRA Datangi Pemilik Obligasi Tahun 1950, Ini Tujuannya
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Ketua DPRA dan wakilnya mendatangi pemilik sertifikat obligasi hutang negara di Kampung Pineung Banda Aceh, Senin (16/4/2018). 

Kedua, Arief miliki kertas obligasi senilai 200 rupiah dan ketiga Muhammad Gade miliki obligasi senilai 100. Ada lagi, keluarga Rida, miliki kertas obligasi senilai 33.000 rupiah lebih.

Ketiga pemilik obligasi itu, kepada kami, kata Muharuddin, tidak menuntut pemerintah harus membawarnya hutang, tapi berikan perhatian kepada mereka, seperti halnya memberikan perhatian kepada Nyak Sandang pemilik obligasi 100 rupiah.

Jadi, tujuan dari DPRA membentuk Pansus Obligasi, untuk mengumpulkan seluruh kertas obligasi tahun 1950 – 1959 atau lainnya yang dimiliki masyarakat Aceh, akan kita serahkan kembali ke Menteri Keuangan dan Presiden, apa yang perlu dilakukan terhadap dokumen obligasi tersebut.

Janji Presiden Soekarno, dulu, kata Muharuddin, obligasi itu baru akan dibayar setelah 40 tahun ke depan. Sekarang Indonesia sudah Merdeka 77 tahun, waktunya sudah lewat.

“Pemerintah perlu memberikan penghargaan kepada pemilik obligasi, apa bentuknya terserah pusat,” ujar Muharuddin. (*)  

Penulis: Herianto
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help