SerambiIndonesia/

Polisi Ringkus Dua Penjambret

Dua penjambret yang beraksi di Jalan T Iskandar, depan swalayan Gampong Lam Glumpang, Kecamatan Ulee Kareng

Polisi Ringkus Dua Penjambret
KOLASE
Tersangka jambret yang ditangkap aparat Polsek Ulee Kareng di kawasan Blower Gampong Sukaramai, Banda Aceh, Minggu (15/4/2018). 

* Sempat Terlibat Kejar-kejaran

BANDA ACEH - Dua penjambret yang beraksi di Jalan T Iskandar, depan swalayan Gampong Lam Glumpang, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Minggu (15/4) sekitar pukul 15.45 WIB, diringkus personel Polsek Ulee Kareng. Penangkapan kedua penjambret atas nama Rahman Syahputra (25) warga Kecamatan Baiturrahman serta Heri Setioko (25) warga Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, berlangsung dramatis.

Pasalnya personel Polsek Ulee Kareng sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan kedua tersangka yang mengendarai sepeda motor (sepmor) Honda Verza BL 6071 MD. Pelarian kedua penjambret itu terhenti saat petugas kepolisian berhasil menghadang dan mencegat mereka di kawasan Blower Gampong Suka Ramai, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto SH, melalui Kapolsek Ulee Kareng, AKP Mawardi SE MM, menjelaskan, peristiwa itu berawal saat pihaknya mendapat laporan ada penjambretan di depan sebuah swalayan di Gampong Lam Glumpang, Ulee Kareng.

Begitu menerima kabar tersebut, petugas intel Polsek Ulee Kareng langsung bergerak ke lokasi dan menemui korban De Phonna Arista (20) seorang mahasiswi warga Jalan Gla Meunasah Baro, Gampong Cot Iri, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, yang mengaku tas rajut miliknya dijambret.

Korban pun diminta membuat laporan ke Polsek Ulee Kareng dan menceritakan kronologis penjambretan yang dialaminya. “Dari pengakuan korban, mahasiswi ini mengaku tas rajut miliknya yang dijambret berisi Hp dompet, STNK, KTP, SIM, kartu ATM dan sejumlah uang. Pelakunya dua pria dan menarik tas miliknya saat korban sedang melintas di Jalan T Iskandar, depan swalayan Lam Glumpang sekitar pukul 15.45 WIB,” kata Mawardi yang dihubungi Serambi, tadi malam.

Dari keterangan yang disampaikan korban, petugas intel yang melakukan penyelidikan kasus tersebut mulai mendapat gambaran dari ciri-ciri pelaku, termasuk jenis sepmor yang digunakan. “Begitu kami mendapatkan ciri-ciri serta jenis sepmor yang digunakan tersangka, tanpa menunggu sekitar pukul 17.00 WIB, anggota intel langsung menyusuri sejumlah kawasan di Banda Aceh dan Aceh Besar,” ungkap Mawardi.

Ketika anggota memasuki Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Ketapang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, petugas telah mencurigai kedua pelaku. Karena, yakin dengan kedua pria yang dicurigai tersebut, petugas akhirnya membuntuti. Ternyata, lanjut Mawardi, kedua tersangka mengendus kehadiran anggota yang mengekori kedua tersangka dari belakang. “Pada saat kedua tersangka langsung tancap gas, dari sanalah kecurigaan kita semakin kuat mereka pelakunya,” kata Mawardi.

Melihat kedua tersangka yang memacu sepmor, petugas yang juga mengendarai sepmor langsung mengejar. “Apa karena panik, sepmor tersangka berusaha menyalip setiap kendaraan di depannya. Bahkan upaya kedua tersangka, anggota yang mengejarnya jatuh. Namun, alhamdulillah anggota cukup tenang dan nyaris kehilangan jejak tersangka,” ujar Mawardi.

Tidak hanya memacu kendaraannya di jalan kota, kedua tersangka juga berusaha masuk ke gang-gang untuk menghindari kejaran petugas. Begitu melihat kedua pria itu memasuki kawasan Blower Gampong Suka Ramai, petugas pun berupaya mensiasatinya dengan memasuki jalur lainnya. “Alhamdulillah, setelah anggota mencegat dan menghadang sepmor pelaku, keduanya tak dapat berbuat banyak. Namun, upaya pelarian itu tetap dilakukan, sehingga pelaku yang duduk di belakang melompat diikuti oleh pelaku yang mengendarai sepmor,” ujar Mawardi.

Petugas yang khawatir kedua penjambret kabur, akhirnya melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara. Tembakan peringatan itu yang lantas menghentikan kedua tersangka yang langsung disergap oleh petugas. “Kini kedua tersangka telah kami tahan di Polsek Ulee Kareng neserta barang bukti hasil rampasannya,” pungkas AKP Mawardi.

Kapolsek Ulee Kareng, AKP Mawardi, mengingatkan seluruh warga, terutama kaum perempuan untuk tidak mengenakan tas jinjing yang cuma disangkut di bagian bahu. Karena, hal itu akan memancing pelaku untuk melakukan kejahatan.

“Kami harapkan kaum ibu agar menempatkan tasnya di posisi paling aman, apa itu di bagian tengah (sandaran kaki) bagi pengguna jenis motor matic atau lebih aman lagi tas yang dipakai itu menyerupai ransel dikenakan di bagian punggung,” katanya.

Lalu, dampak dari aksi penjambretan di jalan, bukan hanya kehilangan harta benda yang ada di dalam tas. Tapi, juga dapat berakibat korban alami cidera fatal, karena jatuh atau terseret di jalan. “Sejumlah kasus yang kita dengar selama ini ada korban jambret yang mengalami patah tangan, bahkan cacat permanen, lantaran jatuh dan kepalanya terbentur di aspal. Semoga peristiwa jambret yang terjadi selama ini dan mengakibatkan korbannya cidera menyadarkan semua pihak, terutama kaum ibu-ibu,” sebut Mawardi.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help