Serangan Amerika Serikat dan Sekutunya ke Suriah Menunjukkan Standar Ganda Negara Barat

Operasi militer yang digelar ke Suriah menunjukkan kemunafikan negara Barat.

Serangan Amerika Serikat dan Sekutunya ke Suriah Menunjukkan Standar Ganda Negara Barat
AFP PHOTO/SANA/HANDOUT/STR
Foto dirilis pada Sabtu (14/4/2018) di situs resmi kantor berita Suriah, SANA, menunjukkan serangan udara Sekutu di pinggiran Damaskus, Suriah. Amerika Serikat dan sekutunya, Perancis dan Inggris, melancarkan serangan ke Suriah sebagai respons terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu.(AFP PHOTO/SANA/HANDOUT/STR) 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Operasi militer yang digelar ke Suriah menunjukkan kemunafikan negara Barat. Kecaman itu dilontarkan jurnalis sekaligus penyiar, Neil Clark.

Seperti dikutip dari Russian Today Senin (16/4/2018), Clark mengatakan kalau Amerika Serikat ( AS) dan sekutunya telah melakukan standar ganda.

Dia menitikberatkan kepada pernyataan serangan ke Suriah menyusul dugaan bahwa rezim Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia.

Namun, di sisi lain, Washington seakan diam melihat sekutunya di Timur Tengah, Arab Saudi, membombardir Yaman sejak 2015.

Baca: Sabang Marine Festival 2018, Puluhan Kapal Besar Dijadwalkan Merapat April Ini Bawa Wisatawan

Baca: 3 Minggu Tugas di Medan, AKBP Untung Sangaji: Saya Mau Minta Izin Pulang ke Aceh Utara, Sehari Saja!

"Mereka menggelar karpet merah kepada Saudi dan mendukung, baik langsung atau tidak langsung, serangan Saudi ke Yaman yang menimbulkan bencana kemanusiaan," kritik Clark.

"Sementara di sisi lain, mereka mengklaim banyak anak tewas di Suriah akibat senjata kimia, yang sampai sekarang buktinya saja masih belum diketahui," lanjutnya.

Merujuk Kantor Komisioner HAM PBB, sebanyak 6.000 warga sipil tewas sejak Saudi dan koalisinya melancarkan serbuan ke Yaman pada Maret 2015.

Serbuan tersebut dilaksanakan setelah pemerintahan yang diakui komunitas internasional, Abd Rabbo Mansour Hadi, digulingkan oleh kelompok pemberontak Houthi.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help