Siswa Abdya Ramai-ramai Tour Perpisahan Ke Luar Daerah Jadi Tren, Orang Tua Mengeluh

Sebagian orang tua siswa mengeluh karena perjalanan tour keluar Aceh menelan biaya relatif besar,

Siswa Abdya Ramai-ramai Tour Perpisahan Ke Luar Daerah Jadi Tren, Orang Tua Mengeluh
NET
Ilustrasi 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Setelah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), ada tren siswa kelas III SMA dan SMK ramai-ramai melakukan perjalanan tour perpisahan ke luar daerah, termasuk di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Kebiasaan tersebut kini mulai mendapat sorotan, antara lain dari Hermansyah SH, salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Abdya.

"Tour acara perpisahan siswa kelas III dilaksanakan sampai ke Padang, Sumetera Barat dan Danau Toba, Sumetera Utara tentu memerlukan dana lebih Rp 1 juta per siswa,” kata mantan Pengurus Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Abdya, ini.

Baca: Berbuat Mesum di Masjid, Sepasang Mahasiswa Dinilai Telah Menodai Agama

Sebagian orang tua siswa dari beberapa SMA, termasuk SMK mengeluh karena perjalanan tour keluar Aceh menelan biaya relatif besar sehingga menjadi beban sebagian orang tua, sementara kemampuan ekonomi orang tua tidak sama.

Selain itu, tour keluar daerah juga beresiko karena perjalanan jauh sehingga para siswa harus menginap dalam perjalanan.

Hermansyah bisa memaklumi kalau tour perpisahan siswa kelas III yang menjadi tren baru sekarang ini dilaksanakan secara wajar-wajar saja.

Kalau pun acara perpisahan baru dianggap sah setelah melakukan tour, katanya, maka kegiatan tersebut agar dibatasi antarkabupaten saja, tidak perlu perjalanan terlalu jauh sampai antarprovinsi sehingga harus bermalam dalam perjalanan.

Baca: SDN 4 Peukan Pidie Terendam, Sekolah Diliburkan

Dalam hal ini, tambah mantan Anggota DPRK Abdya ini instansi berwenang dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi Aceh perlu membuat semcam imbauan kepada para kepala sekolah SMA dan SMK serta Kepala Dinas Pendidikan membuat imbauan kepada para Kepala SMP dan sederajat di Kabupaten Abdya agar membatasi jarak perjalanan tour acara perpisahan siswa.

Imbauan ini, menurut Hermansyah diperlukan dikarenakan kegiatan tour perpisahan para siswa kelaps III SMA/SMK, termasuk siswa kelas III SMP/Sederajat sekarang ini terus berkembang dan sepertinya sudah berlebihan.

Padahal, para siswa kelas III SMA dan SMK setelah lulus sebenarnya harus memfokuskan diri untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, termasuk para orang tua.

Sebab, selain siswa harus mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang sangat ketat, dan para orang tua perlu mempersiapkan biaya dalam jumlah lumayan untuk lanjutan pendidikan putra-putri mereka ke perguruan tinggi yang dipilih.

“Bila kegiatan tour keluar daerah tidak dibatasi, maka dikhawatirkan persiapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menjadi kurang fokus, padahal ini yang lebih penting ungkap Hermansyah. (*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved