SerambiIndonesia/

Pelunasan ONH Mulai 16 April

Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) atau disebut juga Ongkos Naik Haji (ONH) bagi jamaah calon haji

Pelunasan ONH Mulai 16 April
HM DAUD PAKEH, Kakanwil Kemenag Aceh 

BANDA ACEH - Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) atau disebut juga Ongkos Naik Haji (ONH) bagi jamaah calon haji yang akan berangkat dari Aceh tahun ini dilakukan dalam dua tahap. Pertama dimulai 16 April-4 Mei 2018 dan kedua pada 16-25 Mei 2018.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Drs M Daud Pakeh kepada Serambi, Senin (16/4) mengatakan, pelunasan BPIH tersebut dapat dilakukan di tempat pembayaran setoran awal bagi bank yang menjadi Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH dengan menunjukkan bukti pembayaran setoran awal BPIH lembar pertama.

“Jamaah diharapkan sudah melakukan pemeriksaan kesehatan tahap kedua sebelum melakukan pelunasan BPIH,” kata Daud dengan menyebutkan besaran BPIH bagi jamaah haji embarkasi Aceh adalah Rp 31.090.010.

Menurutnya, pelunasan tahap pertama diwajibkan bagi jamaah calon haji yang sudah memiliki nomor porsi dan masuk dalam alokasi kuota provinsi maupun kabupaten/kota untuk berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini berdasarkan data Siskohat. “Dengan ketentuan belum pernah menunaikan ibadah haji dan sudah berusia 18 tahun atau sudah menikah,” katanya.

Sementara pelunasan tahap kedua, dilaksanakan apabila hingga akhir pelunasan tahap kesatu masih terdapat sisa kuota yang belum terpenuhi.

Dikatakan, pengisian sisa kouta dikembalikan kepada masing-masing provinsi atau kabupaten/kota dengan ketentuan jamaah calon haji tahap kesatu yang pada saat proses pelunasan mengalami kegagalan pembayaran. Selanjutnya, jamaah calon haji yang nomor porsinya sudah masuk alokasi kuota tahun 1439 H/2018 M yang sudah berstatus haji.

Lalu, jamaah calon haji pendamping bagi jamaah calon haji lanjut usia minimal 75 tahun yang sudah melunasi di tahap kesatu dengan ketentuan memiliki hubungan keluarga yaitu suami/istri/anak kandung/adik kandung yang dibuktikan dengan kartu keluarga, akta nikah dan akta kelahiran yang relevan dan dilegalisir serta distempel basah oleh pejabat yang berwenang serta menunjukkan aslinya.

Pelunasan tahap kedua juga diprioritaskan kepada jamaah haji penggabungan suami/istri dan anak kandung atau orang tua terpisah dengan ketentuan memiliki hubungan keluarga yang dibuktikan dengan akta nikah dan akta kelahiran atau kartu keluarga, jamaah haji yang digabung sudah melakukan pelunasan BPIH pada tahap kesatu, jamaah haji yang menggabung sudah terdaftar sebagai jamaah haji reguler sebelum tanggal 1 Januari 2016, dan terdaftar dalam satu provinsi.

Jamaah calon haji nomor porsi berikutnya berdasarkan database Siskohat sebanyak 5 persen dari jumlah kuota provinsi atau kabupaten/kota yang berstatus belum haji, dan sudah berusia 18 tahun atau sudah menikah. Ketentuannya yaitu jamaah calon haji yang bersangkutan bisa diberangkatkan apabila terdapat sisa kuota pada masing-masing provinsi dan kabupaten/kota setelah pelunasan tahap kedua berakhir. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help