Polisi Gagalkan Pencuri Pajero

Personel Polresta Banda Aceh menggagalkan pencurian mobil Pajero Sport yang dilakukan pria berinisial

Polisi Gagalkan Pencuri Pajero
TRISNO RIYANTO, Kapolresta Banda Aceh

BANDA ACEH - Personel Polresta Banda Aceh menggagalkan pencurian mobil Pajero Sport yang dilakukan pria berinisial SRM (30), asal Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. SRM dibekuk polisi, Sabtu (14/4), setengah jam setelah membawa kabur mobil milik korban berinisial KD (41) warga Tungkop, Aceh Besar.

Informasi tentang penggagalan pencurian mobil itu disampaikan Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto SH, dalam jumpa pers dengan awak media di Mapolresta Banda Aceh, Senin (16/4) sore. Menurut Trisno, SRM mengambil mobil tersebut dari dalam sebuah toko milik korban di kawasan Ajuen Jeumpet, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Sabtu (14/4) pagi.

“Ini kasus pencurian bermotor jenis Pajero Sport. Dia melakukannya sendiri dengan mengambil kunci mobil tanpa seizin korban dari dalam toko di kawasan Ajun. Setelah dia ambil kunci, lalu pelaku dengan mudah menyalakan mobil lalu pergi membawa kabur mobil milik korban tersebut,” kata Kapolresta.

Pelaku, kata AKBP Trisno, dengan mudah menjalankan operandinya karena mengenal betul korban dan sudah tahu kondisi dalam toko termasuk di mana korban menyimpan kunci mobil. Ditanya apakah pelaku punya hubungan dengan korban, Kapolresta mengatakan, keduanya tidak memiliki hubungan apapun, namun saling mengenal. “Tidak ada hubungan, korban ini pedagang, ya selama ini keduanya sudah kenal. Jadi mobil dibawa tanpa seizin pemilik,” katanya.

Tak lama berselang setelah kejadian, korban langsung melapor dan sekitar setengah jam setelah kejadian, polisi berhasil melacak keberadaan pelaku dengan mobil korban. SRM dibekuk di Simpang Dodik, Banda Aceh, saat berusaha membawa kabur mobil itu ke kawasan barat selatan Aceh. “Sepertinya dia mau ke Meulaboh, berkat pengembangan kita di lapangan dia langsung kita dapat tak lama setelah kejadian tersebut,” kata Trisno.

Lantas, apa motif SRM mengambil mobil tersebut, menurut Kapolresta, tujuannya hanya ingin memiliki. Pelaku mengaku ingin memiliki mobil bagus dan sengaja mengambil mobil korban. Ditanya apakah ada keterlibatan pelaku lain dalam kasus tersebut, Trisno mengatakan tidak ada, SRM menjalankan tindak pidannya itu seorang diri tanpa ada keterlibatan orang lain. “Tidak ada, dia sendiri. Memang dia ingin punya mobil, itu menurut pengakuan awal tersangka yang berhasil kita interogasi,” sebutnya.

Atas perbuatannya, SRM dijerat Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun penjara. Dalam konferensi pers kemarin, Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trsino Riyanto mengimbau kepada semua masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menjaga semua harta benda, baik ketika berada di rumah maupun di luar rumah. “Jika ada insiden segera lapor ke kantor polisi terdekat,” kata Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto

Selain kasus pencurian mobil, dalam konferensi pers kemarin, polisi juga membeberkan telah menangkap seorang pria berinisial ES (20) warga Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh. ES ditangkap karena memeras teman perempuan dekat atau pacarnya berinisial SN, dengan mengancam akan menyebarkan foto-foto vulgarnya ke media sosial jika tidak memberi sejumlah uang.

ES ditangkap di sebuah warung kopi kawasan Lhong Raya Banda Aceh, Minggu (15/4), saat ES dan SN sedang cekcok. Saat bersamaan, beberapa personel dari Polsek Banda Raya kebetulan sedang berada di lokasi dan langsung menanyakan kepada keduanya apa yang terjadi.

“Kapolsek Banda Raya bersama anggota langsung menanyakan kepada keduanya apa yang terjadi, langsung korban mengatakan bahwa ES memerasnya dengan meminta sejumlah uang dan jika uang tak diberikan tersangka akan menyebarluaskan foto-foto vulgar korban yang ada di HP-nya,” kata Trisno.

Akhirnya, kedua kekasih ini langsung diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Berdasarkan interogasi, pelaku mengaku telah melakukan pemerasan kepada korban yang diakui adalah pacarnya. Menurut AKBP Trisno, pelaku memintai uang kepada SN sebesar Rp 3.400.000 dan uang itu sudah diberikan oleh SN kepada ES saat duduk di warung kopi tersebut. “Tapi setelah uang diberikan, ternyata pelaku tidak mau menghapus foto-foto vulgar SN itu, makanya mungkin terjadi keributan,” kata Trisno.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved