Wagub Lantik 9 Pejabat Eselon II
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf diwakili Wakil Gubernur Nova Iriansyah, melantik sembilan pejabat eselon II
* Yang Berkinerja Buruk akan Digeser
BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf diwakili Wakil Gubernur Nova Iriansyah, melantik sembilan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Aceh, Senin (16/4) pukul 17.00 WIB, di Gedung Serbaguna Setda Aceh. Pelantikan itu dihadiri Sekda Aceh Dermawan MM, Asisten I Setda Aceh, Dr Iskandar A Gani, Asisten II Setda Aceh, dr Taqwallah MKes, dan sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), serta undangan lainnya.
Sembilan pejabat eselon II yang dilantik itu adalah Teuku Ahmad Dadek SH sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBA) Aceh, Dr H Roeslan Abdul Gani MPd sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (UKM) Aceh, dan Drs Muhammad Raudi MSi sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.
Selain itu, A Hanan SP MM sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Yusniar API, MSi sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Dr Edi Yandra MSP sebagai Kepala Dinas Pertanahan Aceh, Mountie Syurga ST, MM sebagai Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh, Amirullah SE, MSi, Ak sebagai Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh, dan Ir Nizarli MEng sebagai Kepala Pengadaan Barang dan Jasa Setda Aceh.
Kesembilan pejabat yang dilantik Wagub Aceh itu semuanya masuk dalam tiga besar calon pejabat eselon II hasil seleksi Panitia Seleksi Jabatan Tinggi Pratama di Lingkup Pemerintah Aceh, 2 Februari 2018 yang diketuai Drs Teuku Setia Budi.
Dalam acara pelantikan sembilan pejabat baru di lingkungan Pemerintahan Aceh yang dilaksanakan kemarin sore, ada tiga pejabat eselon II yang diganti dengan alasan hendak memasuki masa pensiun. Mereka adalah Drs Hasanuddin Darjo MM, sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir Teuku Diauddin, sebelumnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, dan Ramli Daud SH, MM sebagai Kepala Dinas Pertanahan Aceh.
Seusai melantik sembilan pejabat eselon II a dan II b kemarin, Wagub Nova Iriansyah didampingi Sekda Aceh dan Kepala Biro Humas Setda Aceh, Mulyadi Nurdin Lc MH kepada wartawan mengatakan, pelantikan pejabat eselon II/jabatan tinggi pratama (JPT) itu dilaksanakan secara bertahap. Pelantikan kemarin dilakukan untuk mengisi jabatan yang kosong, di samping ada beberapa orang yang sedang menjabat diganti, itu karena pejabat yang bersangkutan hendak memasuki masa pensiun.
Dari empat jabatan di lingkungan Pemerintah Aceh yang selama ini kosong, baru tiga yang diisi, yakni Kadis Perindag yang diisi Muhammad Raudhi, Kadis Koperasi dan UKM diisi Roeslan Abdul Gani, dan Kepala BPBA, diisi Teuku Ahmad Dadek. Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang ditinggalkan pejabat lama, Drs Reza Pahlevi MSi yang sudah diangkat menjadi Asisten pada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, belum diisi.
Terkait pengisian jabatan yang kosong tersebut, Nova mengatakan, para pejabat yang akan dilantik untuk mengisi jabatan yang kosong maupun mengganti pejabat yang mau pensiun, terlebih dahulu akan diwawancarai gubernur.
Sembilan pejabat yang dilantik itu, kata Nova Iriansyah, mereka sudah diwawancarai Gubernur Irwandi dan gubernur memerintahkan kepada Sekda untuk membuat SK pelantikannya dan meminta kepada Wagub Aceh untuk melantiknya.
Pelantikan dan pergantian pejabat itu, tegas Nova, merupakan hak preogratif gubernur. Jadi, kapan gubernur mau melantik dan mengganti seorang pejabat eselon II, dialah yang mengetahui. Sekda dan Wagub hanya menunggu perintah saja, untuk bikin SK dan melantik. “Karena itu, kapan gubernur akan mengisi jabatan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang belum ada pejabat definitifnya, kita tunggu saja, pada pelantikan tahap berikutnya,” kata Nova.
Kepada pejabat yang baru, kata Nova, Gubernur Aceh mengamanahkan agar mampu menghadirkan inovasi baru dalam bekerja untuk mencapai target. “Hanya dengan inovasi, target kerja bisa diraih dengan cepat,” imbuhnya.
Diingatkan juga agar para pejabat yang baru dilantik itu menjauhkan praktik dan pola kerja trandisional yang cenderung lambat. Ubah pola kerja menjadi lebih akselaratif dan berdaya guna. Oleh karena itu, para pejabat yang baru dilantik, harus bisa berfikir kreatif dan taktis.
Nova mengingatkan, kepada pejabat yang baru dilantik maupun yang masih menjabat, saat ini Aceh sudah memasuki minggu kedua bulan April. “Gubernur dan saya minta kepada semua kepala agar SKPA bisa melakukan upaya percepatan, termasuk dalam proses lelang kegiatan dan lainnya, demi terwujudnya realisasi anggaran yang maksimal dan tepat waktu,” ujarnya.
Selanjutnya, sehubungan dengan pelaksanaan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2019, Wagub meminta kepada semua SKPA untuk bisa merumuskan kegiatan yang terbaik dan benar-benar sesuai dengan arah kebijakan Pemerintah Aceh sebagaimana terkandung dalam visi dan misi Pemerintah Aceh dan 15 program unggulan Aceh Hebat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nova-iriansyah-melantik-sembilan-pejabat-eselon-ii_20180417_092407.jpg)