Tafakur

Ujian Jabatan

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman,” sedang mereka belum diuji

Ujian Jabatan

Oleh: Jarjani Usman

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman,” sedang mereka belum diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Dan sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan orang-orang yang dusta” (QS. Al-Ankabut: 2-3).

Kita akan diuji, walau tak disadari. Seperti ujian dengan kenikmatan dalam bentuk jabatan tinggi, yang tak semua orang mau menyadarinya sebagai ujian. Ujian baru disadari bila suatu kenikmatan dicabut. Padahal saat menjabat, berbagai godaan datang, yang menyebabkan banyak orang gagal meraih kesuksesan.

Sedikit ada kerja untuk rakyat, kebanyakan kita cenderung berpikir seberapa banyak keuntungan materi yang bisa diraih untuk diri sendiri. Sehingga banyak di antara kita berjuang keras agar bisa lebih lama menjabat, agar bisa lebih banyak lagi meraih keuntungan-keuntungan pribadi.

Cara mengukur suatu kesuksesan pun menjadi berlawanan dengan ajaran suci Ilahi. Yang diukur bukan lagi seberapa mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab di jalan Allah. Tetapi seberapa banyak kekayaan bisa diraih selama menjabat, terlepas dari halal haramnya. Dan dianggap rugi besar bila setelah menjabat suatu jabatan tinggi, tetapi tak mampu mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya.

Padahal orang yang sukses dalam ujian kehidupan ialah bila mampu selalu bersabar dalam kebaikan dengan karena Allah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved