Cek Stok Bahan Pokok Menjelang Ramadhan, Kepala BI Aceh ke Pasar Pante Teungoh Sigli

Tinjauan lapangan itu untuk mengetahui ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan serta mengkaji angka inflasi.

Cek Stok Bahan Pokok Menjelang Ramadhan, Kepala BI Aceh ke Pasar Pante Teungoh Sigli
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Kepala BI Aceh, Zainal Arifin Lubis (tiga dari kiri) bersama Bupati Pidie, Roni Ahmad (tiga dari kanan), meninjau ketersediaan sembako di Pasar Pante Tengoh, Sigli, Kamis (19/4/2018). 

Laporan Idris Ismail I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis bersama Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik), meninjau transaksi jual beli di Pasar Pante Teungoh, Sigli, Pidie, Kamis (19/4/2018).

Tinjauan lapangan itu untuk mengetahui ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan serta mengkaji angka inflasi.

Ikut serta dalam peninjauan tersebut, Pimpinan Bank Aceh Cabang Sigli Fakhri, Asisten II Setdakab Pidie Drs H Maddan MSi dan unsur SKPK di Pemkab Pidie.

Kepala BI Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis kepada Serambinews.com, Kamis (19/4/2018) usai meninjau Pasar Pante Teungoh mengatakan, peninjauan itu untuk mengindentifikasi pokok persoalan menyangkut pasokan barang yang dijual di pasar. Misalnya, apakah barang tersebut berasal dari Pidie, luar Pidie, atau bahkan dari luar Aceh.

(Baca: Hakim Perintahkan KPK Tetapkan Boediono sebagai Tersangka Kasus Korupsi Bank Century)

(Baca: Saat Pemegang Obligasi Pesawat Tagih Utang ke Bank Indonesia, Malah Dibilang ‘Terlambat Datang’)

(Baca: Penampakan Rumah Mewah Pelaku Skimming ATM, Telah Membobol Lebih dari 60 Bank di Dunia)

"Sebab pasokan barang jika tak sesuai dengan permintaan konsumen, maka dengan sendirinya akan menyebabkan harga akan terus naik sehingga memicu angka inflasi. Menjelang Ramadhan kami terus berupayan meminimalisirnya," kata Zainal.

Selain itu, peninjauan secara langsung ini guna mengantisipasi segala lonjakan harga pasar sehingga pemerintah dapat terbantu dengan sendirinya oleh pihak BI selaku bank non-provit dalam mendukung mengedalikan inflasi.

Karenanya, untuk menunjang stabilitas perekonomian patut diperlukan kerja antar kabupatan saat pasokan barang minim agar tidak masuk dari luar daerah serta patut mempersiapakan petani lokal yang memmpuyai animo tinggi dalam menghasilkan produk sembako yang menjadi permintaan pasar.

Apalagi hamparan lahan di Pidie sangatlah cocok untuk dikembangkan berbagai hasil pertanian yang mampu mengatisipasi pasokan barang dari luar sehingga dapat berimbas angka inflasi dapat ditekan.

Hasil pengkajian, bahwa Pidie merupakan lahan yang paling unggul untuk dikembangkan beberapa sektor tanaman mulai padi, bawang merah, sayuran, kakoa hingga melinjo yang semua jenis dapat menghasilkan nilai tukar ekonomi yang sangat tinggi.

Sementara itu Abusyik secara terpisah kepada Serambinews.com, Kamis (19/4/2018) mengatakan, kunjungan ini paling tidak akan mengkaji secara ril geliat pertumbuhan perokonomian masyarakat yang ada dipusat pasar apakah sejauh ini para pedagang masih terjebak dengan praktik pinjaman modal usaha dari rentenir atau Bank 47 sehingga mempengaruhi angka inflasi.(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help