Potensi Singkil Pemasok Kebutuhan Daerah Kepulauan

ACEH Singkil selama ini dianggap sebagai daerah ujung serta buntu lantaran lokasinya ‘mentok’ di pinggir laut

Potensi Singkil Pemasok Kebutuhan Daerah Kepulauan
Kapal feri yang melayani pelayaran Singkil-Nias dari Pelabuhan Penyebrangan Aceh Singkil 

ACEH Singkil selama ini dianggap sebagai daerah ujung serta buntu lantaran lokasinya ‘mentok’ di pinggir laut. Padahal, bila dicermati lagi letak geografis tanah kelahiran ulama besar Syekh Abdurauf As Singkili ini cukup strategis.

Di seberang lautan sana ada jutaan penduduk di enam kabupaten/kota yang kebutuhan hidupnya bisa dipasok dari Aceh Singkil. Masing-masing Kabupaten Simeulue, Nias, Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli. Sebab, enam daerah di kepulauan itu akses menuju daratan dilayani kapal roll on-roll off (ro-ro) pelabuhan penyeberangan Aceh Singkil.

Bagi penduduk Kepulauan Nias, sangat menguntungkan belanjan ke Medan via jalur pelayaran Singkil. Sebab, jarak lebih dekat hanya sekitar enam jam, bandingkan jika melalui Sibolga sebagai jalur pelayaran lain yang menghabiskan waktu sekitar 12 jam. Kemudian dari sisi ongkos angkutan ke Singkil hanya berkisar Rp 1,7 juta, sementara via Sibolga sekitar Rp 2,8 juta.

Sayangnya, telah belasan tahun potensi itu terabaikan. Para pedagang dari enam daerah itu hanya numpang bersandar sebelum meneruskan belanja sembako dan alat-alat bangunan ke Medan, Sumatera Utara.

Penyebab, warga Nias dan Simeulue hanya menjadikan Aceh Singkil sebagai daerah singgah, antara lain, tidak tersedianya barang kebutuhan yang harganya bersaing dengan Medan. Kemudian trasportasi kapal ro-ro hanya dua kali sepekan serta kapal yang bisa bersandar berukuran kecil akibat fasilitas, sarana dan prasarana pelabuhan masih minim.

Permasalahan lain peluang itu seolah luput dari perhatian Pemkab Aceh Singkil. Mengingat sudah 19 tahun kabulaten itu berdiri, namun belum ada program untuk menggarap potensi Singkil, sebagai daerah pemasok kebutuhan bagi warga Kepulauan Nias dan Simeulue.

Awal bulan ini Pemkab Aceh Singkil, memang sudah menjajaki kerja sama dengan Pemko Gunung Sitoli. Namun, anehnya tidak terlebih dahulu disusun agenda yang akan dilakukan kerja sama. Kemudian tidak melibatkan dinas membidangi prekonomian dan menggandeng pedagang glosir yang mampu menyediakan kebutuhan warga Nias dan Simeulue, tanpa harus jauh pergi ke Medan.

Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid dikonfirmasi hal tersebut melalui Sekda Aceh Singkil, Azmi, Rabu (18/4) mengatakan, pihaknya telah menyiapkan program untuk menggarap potensi daerahnya sebagai pemasok kebutuhan penduduk Nias dan Simeulue. Untuk kebutuhan tambahan transportasi sedang diusulkan ke Kementerian Perhubungan, termasuk pembesaran dan penambahan fasilitas pelabuhan feri.

Sedangkan penyediaan kebutuhan barang-barang bagi warga Nias dan Simeulue, selain menggandeng pengusaha lokal, Pemerintah juga akan membangun sentra perdagangan. “Termasuk agenda kerja sama dengan Pemko Gunung Sitoli, akan disusun ulang. Sehingga akan menjadi delegasi tim ekonomi yang bekerja sama dalam peningkatan hubungan perdagangan,” kata Sekda Azmi.(dede rosadi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help