Prokontra Pergub Cambuk
Ormas Islam Tolak Pergub Cambuk
Seribuan anggota organisasi masyarakat (ormas) Islam, organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, dan masyarakat umum
* Demo Diwarnai Aksi Saling Dorong
BANDA ACEH - Seribuan anggota organisasi masyarakat (ormas) Islam, organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, dan masyarakat umum yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Pembela Syariat Islam (GRPS) menggelar unjuk rasa, Kamis (19/4), di Kantor Gubernur Aceh, Gedung DPRA, dan Polresta Banda Aceh.
Aksi yang diisi orasi dan doa bersama itu, berujung dengan saling dorong antara peserta aksi dengan aparat kepolisian yang mengawal unjuk rasa, sehingga Sekretaris Jenderal Badan Eksekutfi Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Sekjen BEM Unsyiah), Alfian Rinaldi, sempat diamankan polisi dari kerumunan massa dan dirawat di Klinik Setda Aceh.
Koordinator Aksi, Tgk Khairul Rizal mengatakan, dalam aksi itu mereka menuntut pelaksanaan syariat Islam dan Qanun Jinayah secara kafah di Aceh serta meminta Gubernur Irwandi Yusuf mencabut Pergub Nomor 5 Tahun 2018 yang mengatur tentang pengalihan lokasi hukuman cambuk dari tempat terbuka ke Lembaga Pemasyarakatan (LP).
Selain itu, mereka juga meminta Gubernur Aceh supaya melibatkan ulama dayah dalam setiap pengambilan keputusan Pemerintah Aceh serta memecat oknum PNS yang terlibat pelanggaran syariat Islam.
Kepada DPRA, mereka juga meminta supaya legislatif mendesak Gubernur Aceh agar mencabut Pergub tentang Cambuk. DPRA juga diminta tegas terhadap penerapan Qanun Jinayah di Aceh dan meningkatkan fungsi pengawasannya.
Selain itu, mereka juga meminta Polresta Banda Aceh membongkar dan menangkap jaringan prostitusi online yang ada di Aceh, serta menangkap kembali PSK online yang sudah dibebaskan. Polisi juga diminta berkonsultasi dengan ulama dalam memutuskan sesuatu yang berkaitan dengan syariat Islam.
Para peserta aksi yang terdiri atas laki-laki dan perempuan itu, berasal dari sejumlah lembaga seperti FPI, KAPPA, Komandan Mara, GALA, KAMMI, HMI, KOMPAS, KOHATI, RTA, FIMA, FKPAM, MAF, GEPRAK, Satgas PPA, GSR Aceh, Gemmaise, FSI, Unimal, KMB, Natural, PDDA, Kobra, Ikbema, Pemuda Aswaja, Formab, KAPMI, BEN Unida, BEM UIN Ar-Raniry, dan BEM Unsyiah.
Amatan Serambi kemarin, para peserta yang didominasi pakaian serbaputih itu mendatangi Kantor Gubernur Aceh pukul 09.00 WIB. Mereka membawa sejumlah spanduk dan poster yang mengecam tindakan Gubernur Aceh terkait hukuman cambuk dan meminta kasus prostitusi online diusut tuntas.
Awalnya, dipimpin oleh Ketua Tgk Muslim at-Thahiry, peserta aksi menggelar doa bersama di halaman Kantor Gubernur dengan pengawalan puluhan polisi. Kemudian dilanjutkan orasi secara bergantian, mulai tokoh ormas hingga mahasiswa.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr Munawar A Jalir MA, Asisten III Pemerintah Aceh, Drs Saidan Nafi MHum, dan Kabag Humas Pemerintah Aceh, Marwan Jalil sempat ingin menemui peserta aksi. Namun, mereka menolak dan meminta bertemu dengan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Pengunjuk rasa tampaknya tak mendapat informasi awal bahwa Gubernur Irwandi Yusuf sedang kunjungan kerja ke Amerika Serikat,
Di pengujung aksi, mahasiswa menyerahkan satu piring kue apam kepada Marwan Jalil dan Saidan Nafi. Pada saat penyerahan kue itulah terjadi aksi saling dorong antara peserta aksi dengan polisi, hingga ricuh.
Polisi pun mengamankan Sekjen BEM Unsyiah, Alfian Rinaldi dari kerumunan peserta aksi dan diamankan di bagian belakang Kantor Gubernur. Karena sempat ditarik-tarik dan terjatuh, Alfian pun dirawat di Klinik Setda Aceh. Namun, tidak lama setelah itu Alfian dibebaskan.
Dari Kantor Gubernur Aceh, peserta melaksanakan shalat Zuhur di Kompleks Makam Syiah Kuala, kemudian melanjutkan aksi di Gedung DPRA. Mereka disambut oleh Ketua DPRA, Tgk Muharuddin dan beberapa anggota DPRA. Aksi ditutup dengan menyerahkan poin tuntutan ke Polresta Banda Aceh.
Sehari sebelumnya, Rabu (19/4), Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Samsul Rizal MEng mengundang 15 ulama Aceh untuk bersilaturahmi dan santap siang di ruang kerjanya. Hadir di antaranya Tgk Nuruzzahri (Waled Nu), Waled Marhaban, Tgk Bulqaini, dan Ustaz Masrul Aidi. Hadir juga Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsyiah, Drs Sulaiman Abda Msi dan sejumlah akademisi Unsyiah, seperti Prof Dr Mustanir MSc, Dr Alfiansyah Julianur, Dr M Adli Abdullah MCL, dan Dr Nasrullah RCL.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/massa-yang-tergabung-dalam-gerakan-rakyat-pembela-syariat-islam_20180420_094200.jpg)