BRI Sedia Kredit untuk Mahasiswa

Bank BRI menyediakan kredit untuk mahasiswa S2 dan S3 Unsyiah, Banda Aceh yang sudah bekerja aktif

BRI Sedia Kredit  untuk Mahasiswa
Rektor Unsyiah, Samsul Rizal dan Pemimpin Wilayah BRI Banda Aceh, Dedy Iskandar P memperlihatkan naskah perjanjian kerja sama Program BRIguna Pendidikan antarkedua isntitusi itu di ruang Rektorat Unsyiah, Banda Aceh, Jumat (20/4). FOTO IST 

* Khusus untuk S2 dan S3 Unsyiah

BANDA ACEH - Bank BRI menyediakan kredit untuk mahasiswa S2 dan S3 Unsyiah, Banda Aceh yang sudah bekerja aktif. Bunga kredit BRIguna Pendidikan ini hanya 0,65-0,72 persen. Maksimal pengambilan enam tahun untuk S2 dan sepuluh tahun untuk S3. Debitur dibolehkan hanya membayar bunga setiap bulan atau tak dikenakan mencicil pokok pinjaman selama masa pendidikan. Sedangkan maksimal pengambilan kredit ini, 75 persen dari gaji bersih.

Penyediaan kredit khusus untuk mahasiswa S2 dan S3 Unsyiah ini ditandai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama BRIguna Pendidikan PT BRI (Persero) TBK oleh Pemimpin Wilayah BRI Banda Aceh, Dedy Iskandar P dan Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal di ruang Rektorat Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Jumat (20/4) pagi.

Dedy Iskandar dalam sambutannya saat seremonial acara ini mengatakan program ini perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dalam pertemuan dengan pemimpin perbankan nasional, termasuk BRI di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 15 Maret 2018 menantang untuk menerbitkan produk kredit pendidikan kepada mahasiswa S2 dan S3. Tujuannya untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

“Nah, pada 21 Maret 2018, BRI di hadapan sebelas pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia di Jakarta melaksanakan instruksi bapak presiden dengan meluncurkan Program BRIguna Flexi Pendidikan. Kemudian mulai hari ini (kemarin-red) kita eksekusi untuk mahasiswa S2 dan S3 Unsyiah, Banda Aceh,” kata Dedy.

Dedy menjelaskan waktu maksimal pengambilan kredit ini enam tahun untuk mahasiswa S2 dan sepuluh tahun untuk mahasiswa S3. “Selama menempuh pendidikan, debitur diperkenankan hanya membayar angsuran bunga setiap bulan atau grace period. Grace period maksimal hingga debitur lulus atau paling lama 36 bulan untuk S2 dan 60 bulan untuk S3. Setelah grace period, debitur wajib membayar angsuran pokok dan bunga setiap bulan,” jelas Dedy.

Kemarin, di awal acara ini, Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal menyambut baik program ini, apalagi menurutnya selama ini banyak mahasiswa S2 dan S3 di Unsyiah kesulitan membayar uang kuliah hingga tamat. Di luar persoalan ini, Samsul juga mengharapkan BRI untuk meningkatkan sosialisasi tentang adanya layanan pembayaran SPP mahasiswa Unsyiah melalui BRI. Pasalnya, selama ini ia menilai pembayaran SPP mahasiswa Unsyiah lebih banyak melalui bank lain dibanding BRI, padahal BRI memiliki kantor hingga ke setiap kecamatan di Aceh. Dedy Iskandar P yang membawahi BRI se-Aceh merespon baik hal itu.

Turut hadir saat acara ini, antara lain Wakil Rektor IV Unsyiah, Dr Nazamuddin SE MA dan para pimpinan BRI Wilayah Banda Aceh, seperti Wakil Pemimpin, Agus Ahdiyat dan Argogung, Inspektur Mohammad Helmi, dan Kabag Bisnis Ritel, Herman Depati, serta Pimpinan Bank BRI Banda Aceh, Ali Akbar. Seusai acara penandatanganan kerja sama ini, dilanjutkan sosialisasi BRIguna Pendidikan serta berbagai produk BRI. Sosialisasi ini umumnya diikuti mahasiswa S2 dan S3 Unsyiah. Seusai acara setiap peserta juga dibagikan kartu uang elektronik milik BRI, yaitu BRIZZI. (sal)

syarat kredit
* Identitas debitur (KTP, NPWP, dan KK)
* SK Pengangkatan sebagai pekerja tetap
* Slip gaji
* Rekomendasi atasan tempat debitur/mahasiswa bekerja
* Rekomendasi dari perguruan tinggi

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved