Kupi Beungoh

Kupi Meulisan Geuchik Yasin Woyla, Gratis Tanpa Batas untuk Jamaah Jumat

Saat penulis pulang kampung di Woyla, kembali berkesempatan mencicipi kopi spesial dan gratis dari keluarga Cek Sin.

Kupi Meulisan Geuchik Yasin Woyla, Gratis Tanpa Batas untuk Jamaah Jumat
MUSTAFA HUSEIN WOYLA
HM Yasin Ibrahim (Geuchik Yasin), dermawan yang menyediakan kopi meulisan gratis untuk jamaah Jumat di Gampong Padang Djawa, Woyla, Aceh Barat. 

Oleh: Mustafa Husen Woyla (Buya Woyla)

Ini adalah kisah inspiratif dari kampung halaman saya di Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat. Geuchik Yasin alias Cek Sin menjadi bukti bahwa kisah dermawan yang gemar bersedekah, bukan hanya ada di kota-kota saja, tapi sudah terpatri sejak dahulu di masyarakat di pedalaman Aceh. Berikut kisahnya.

Mustafa Husen Woyla
Mustafa Husen Woyla (IST)

***

ADA satu pemandangan bersahaja di gampong Padang Djawa, Kecamatan Woyla, Aceh Barat.

Setiap kali selesai shalat Jumat, para jamaah berkumpul di depan sebuah ruko, menikmati kupi meulisan ie jok, yaitu kopi yang menggunakan pemanis gula aren cair.

Sajian spesial ini disuguhkan oleh keluarga HM Yasin Ibrahim (Geuchik Sin, sebagian memanggilnya Cek Sin), kepada para jamaah shalat Jumat di Masjid Nurul Yaqin, di gampong tersebut.

(Baca: Lomba Bersedekah di Tanah Haram)

(Baca: VIDEO - Warung Podjok Halal Milik Pengusaha Tionghoa Muslim, Seporsi Nasi Kuning Hanya Rp 3000)

Sepulang jumatan, para jamaah diundang untuk disuguhkan dengan "kupi meulisan ie jok” (kopi manisan aren), gratis tanpa batas minimum.

Pada, Jumat (20/4/2018), saat penulis pulang kampung di Woyla, kembali berkesempatan mencicipi kopi spesial dan gratis dari keluarga Cek Sin.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved