Atraksi Seni KIP Diwarnai Kampanye

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar pagelaran seni budaya

Atraksi Seni KIP Diwarnai Kampanye
ISTRI Gubernur Aceh, Darwati A Gani (kanan), bersama peserta lainnya mengikuti senam massal pada pegelaran seni budaya senam massal dalam rangka sosialisasi pemilu serentak tahun 2019, di depan Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (21/4). 

BLANGPIDIE - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar pagelaran seni budaya, Senin (23/4), di lapangan Pulau Kayu, Kecamatan Susoh. Namun, dalam kegiatan menyongsong satu tahun pemilu 2019 itu turut diwarnai kampanye ‘terselubung’ oleh penyalir yang tampil.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Abdya Muslizar MT, Kapolres AKBP Andy Hermawan SIK MSc, perwakilan Dandim 0110/Abdya, perwakilan Kejari Abdya, para Komisioner KIP setempat, para ketua dan pengurus partai politik, baik lokal maupun nasional, serta puluhan anggota PPK dari sembilan kecamatan dan ratusan anggota PPS.

Komisioner KIP Abdya Hasbi SPd mengatakan, untuk mendukung penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) yang demokratis dan berkualitas diperlukan sistem pendukung yang memadai, antara lain organisasi dan personel penyelenggara pemilu yang independen dan profesional.

Menurut Hasbi, keputusan politik untuk menyelenggarakan pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum yang bersifat nasional tetap dan mandiri ditindaklanjuti dengan melakukan amandemen UUD 1945.

“Dengan demikian keberadaan penyelenggaraan pemilu dijamin dan dilindungi secara konstitusional dalam UUD 1945,” ujar Hasbi.

Sementara itu, Wabup Abdya Muslizar MT mengatakan, tujuan dilaksanakan acara itu untuk menyatukan seluruh penyelenggara dan parpol dalam menyambut Pileg dan Pilpres 2019.

“Mungkin situasi nanti tidak setenang sekarang. Mungkin seni ini bisa menyatu semua masyarakat termasuk para kontestan peserta pemilu,” kata Muslizar.

Nah, dalam acara itu KIP Abdya menampilkan atraksi budaya, mulai dari seudati hingga hikayat dari penyair Apa Ramli. Sebelum acara resmi dibuka, pihak panitia meminta Apa Ramli untuk membawakan syairnya. Di tengah Syair, Apa Ramli tiba-tiba menyinggung perihal Pilpres 2019. Dalam syairnya itu, ia menyebutkan akan memilih salah satu bakal calon presiden yang pernah bersaing dengan Jokowi pada tahun 2014 silam.

Akibatnya, sejumlah parpol yang menyatakan sikap mendukung Jokowi pada 2019, pun naik pitam. Mereka meminta Apa Ramli segera turun dari panggung. Menyadari syair yang dibawa Apa Ramli tak netral dan sudah melenceng dari konsep awal, pihak KIP pun meminta Apa Ramli menyudahi syairnya itu.

Sebelum acara ditutup, tepatnya saat penarikan undian utama, Komisioner KIP Abdya, Hasbi sempat meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan pengurus Parpol yang hadir.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved