Destinasi Wisata Pontensial, Namun Minim Fasilitas Pendukung

PULAU Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil selama ini dikenal memiliki daya tarik wisata

Destinasi Wisata Pontensial, Namun Minim Fasilitas Pendukung
PENGINAPAN Aleng Moon di Pulau Tuangku, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, Minggu (22/4) 

* Melihat Pulau Haloban di Kecamatan Pulau Banyak

PULAU Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil selama ini dikenal memiliki daya tarik wisata yang sangat potensial untuk berkembang. Namun sayangnya, objek wisata di Aceh Singkil itu tidak memiliki fasilitas memadai. Misalkan untuk penginapan.

Di pulau itu hanya terdapat satu fasilitas penginapan, yaitu penginapan Aleng Moon, yang terletak di Desa Asan Tola. Sementara tempat menginap lain hanya kamar yang disediakan di rumah penduduk.

Kondisi itu sangat disayangkan, mengingat Pulau Banyak Barat, memiliki destinasi wisata yang lengkap. Mulai dari gunung, air terjun dan pulau eksotik semisal Pulau Tailana.

Di Kecamatan PBB begitulah biasa warga menyebutnya, juga terdapat tempat selancar terbaik di dunia yakni Ujung Lolok serta Pulau Bangkaru yang dikenal sebagai habitat penyu langka.

Selain itu Pulau Tuangku nama lain Haloban, merupakan pulau terbesar, cukup aman dari terpaan badai serta gelombang yang lazim menerjang wilayah kepulauan di Samudera Hindia. Kemudian lahan yang bisa dijadikan penginapan masih sangat luas.

Terbatasnya penginapan, di Pulau Haloban, menjadi salah satu faktor wisatawan lebih memilih tinggal di Pulau Balai, ibu kota Pulau Banyak.

Boleh dibilang Aleng Moon menjadi penginapan termegah lantaran hanya satu-satunya. Ada tujuh kamar dengan fasilitas kipas angin yang disediakan Aleng Moon. Setiap kamar terdiri atas dua tempat tidur disewakan Rp 50 ribu per malam.

Sementara untuk makan, tamu dikenakan biaya tambahan Rp 20 ribu per orang. “Biaya makan akan bertambah bila tamu meminta disediakan ikan bakar serta menu lainnya. Kalau makan sesuai yang kami sediakan Rp 20 ribu per orang,” kata Fani, pengelola penginapan Aleng Moon, Minggu (22/4).

Jika penginapan Aleng Moon yang berarti singgah itu, penuh maka tamu harus menginap di rumah warga. Kamar yang disediakan penginapan Aleng Moon full biasanya saat ada acara pemerintahan, musim proyek serta wisatawan mancanegara yang liburan memancing.

“Pernah ada bule yang suka memancing, nginap sampai sebulan,” ujar Fani. Destinasi wisata di Kepulauan Banyak, tidak hanya Pulau Banyak. Tetapi ada Pulau Banyak Barat, yang lokasinya sekitar satu jam menggunakan boat nelayan dari Pulau Balai.

Sayangnya, pulau itu belum setenar dan seramai Pulau Banyak. Hal itu disebabkan belum tersedia penginapan yang nyaman, akses ke Pulau Banyak Barat, hanya mengandalkan boat nelayan. Di Pulau Banyak Barat belum ada pelabuhan feri, sehingga kapal ro-ro hanya sampai ke Pulai Balai. Inilah yang menjadi penyebab Pulau Banyak Barat, sulit berkembang.

“Pulau Banyak Barat, masih sulit berkembang. Jika sudah ada pelabuhan feri, lapangan pesawat, layanan internet pasti berkembang,” ujar Irwan, kepala Desa Haloban. Kendala lain yang menyebabkan Pulau Banyak Barat, masih terisolir layanan internet melalui telepon pintar yang belum bisa diakses.

“Masalah layanan internet yang dapat diakses telepon seluler di Pulau Banyak Barat, sudah kami sampaikan berulang-ulang. Tapi penyedia jasa layanan jaringan telepon seluler belum merespons,” kata Ahmad Rivai, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Singkil.(dede rosadi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved