Sinkronkan Data Lebih Awal

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Sinkronkan Data Lebih Awal
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMPN 1 Peukan Pidie menumpang di SMAN 1 Peukan Pidie 

* Saat Proses UNBK

BANDA ACEH - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada hari pertama di Aceh, Senin (23/4), mengalami gangguan jaringan internet, meskipun tak sampai mengganggu proses ujian.

Masalah ini bisa saja terjadi pada saat operator di sekolah melakukan sinkronisasi data dari server ID di masing-masing sekolah ke server di Puskeskom di Jakarta, sebelum ujian dimulai. Sebab, pada saat melakukan sinkronisasi data menggunakan jaringan internet.

Agar gangguan itu tidak terjadi lagi, mengingat UNBK masih berlangsung hingga 26 April 2018, maka proses sinkronisasi bisa dilakukan lebih awal dari jadwal ujian, sehingga ketika terjadi masalah jaringan internet pada saat sinkronisasi data akan cepat ditangani.

Hal itu disampaikan Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Dr Taufik Fuadi Abidin saat dihubungi Serambi, Senin (23/4) terkait adanya gangguan jaringan internet di beberapa sekolah di Aceh saat UNBK berlangsung.

Seperti diketahaui, UNBK di beberapa sekolah seperti di Pidie dan Aceh Barat diwarnai gangguan jaringan internet pada saat memasukkan data ke server pusat atau hendak memulai ujian.

Meski tidak menghentikan proses ujian, tapi pelaksanaan ujian molor antara 20 hingga 40 menit dari jadwal semula.

Taufik menyatakan, proses ujian tidak terganggu karena terkoneksi dengan jaringan LAN, bukan internet. “Hanya di situ saja yang membutuhkan jaringan secara internet, tapi setelah itu proses pelaksanaan ujian sudah menggunakan server lokal. Memang agak tertunda, tapi itu tidak lama,” katanya.

Taufik yang mengaku juga memantau pelaksanaan UNBK mengatakan bahwa proses UNBK dari tingkat SMK, SMA, dan SMP di Aceh relatif berjalan lancar. Kalaupun ada gangguan jaringan, Taufik menyatakan hal itu tidak terjadi setiap hari atau di semua sekolah.

Kendati demikian, Taufik mengatakan, masalah tersebut bisa menjadi bahan evaluasi pelaksanaan UNBK agar ke depan tidak terulangi lagi.

Salah satu solusi, lanjutnya, adalah pihak sekolah bisa melakukan sinkronisasi data lebih awal dari jadwal pelaksaan ujian.

“Mungkin H-1 atau beberapa jam dari jam pelaksanaan (bisa disinkronkan datanya, sehingga kalau ada gangguan masih punya waktu untuk mengatasinya, jangan terdekat dengan waktu ujian. Ini bisa menjadi satu evaluasi agar proses sinkronisasi jangan terlalu mepet dengan waktu ujian,” pungkasnya.

Ketua Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) Aceh, Teuku Farhan menduga terjadinya gangguan internet ketika mensinkronisasikan data dari server ID ke server pusat ke pusat saat proses UNBK karena lemahnya koneksi internet di sekolah tersebut.

“Melalui kepala sekolah diperoleh info bahwa kadang-kadang koneksinya lelet akibat sambungan atau akses ke jaringan internet melalui modem. Jadi, bukan masalah server, tapi daya tampung bandwidth pada jaringan internet tidak memadai,” katanya.

Menurutnya, persoalan ini harus diantisipasi sejak awal, mengingat internet di Indonesia belum stabil dan jaringanya juga belum merata. “Perlu solusi lain menjawab ujian, apakah dengan cara tertulis jika koneksi internet bermasalah. Jangan dipaksakan semuanya online,” demikian Teuku Farhan. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help