PON 2024 di Aceh

Aceh-Sumut ditetapkan sebagai tuan rumah PON XXI Tahun 2024 setelah menyisihkan dua calon lainnya

PON 2024 di Aceh
GUBERNUR Aceh, Irwandi Yusuf menyampaikan paparan bidding PON di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (24/4). 

JAKARTA - Aceh-Sumut ditetapkan sebagai tuan rumah PON XXI Tahun 2024 setelah menyisihkan dua calon lainnya, Bali-NTB dan Kalimantan Selatan. Penetapan Aceh-Sumut itu dicapai dalam sidang Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (24/4).

Dalam pemungutan suara yang diikuti KONI dari 34 provinsi, Aceh-Sumut memperoleh 24 suara, Bali-NTB 8 suara, dan Kalsel 2 suara.

Bagi Tanah Rencong, keberhasilan ini merupakan penebusan kegagalan ketika bidding PON 2014. Kala itu, Aceh harus puas di peringkat kedua dengan 46 suara, sementara Bali juga dengan 46 suara. Namun, provinsi di ujung timur Indonesia, Papua berhasil menang setelah mengantongi 64 suara.

Beda dengan bidding PON kali ini, penetapan pesta olahraga empat tahunan tersebut hanya dilakukan oleh KONI provinsi saja. Sementara dalam penetapan PON 2014, tuan rumah ditentukan oleh KONI provinsi dan Pengurus Besar (PB) Olahraga.

Terpilihnya Aceh-Sumut menjadi tuan rumah bersama merupakan sejarah baru bagi pelaksanaan PON. Betapa tidak, sejak PON pertama digelar di Stadion Sriwedari Solo, Surakarta, Jawa Tengah, tahun 1948, tuan rumah hanya satu daerah saja. Tapi, kali ini, babak baru penyelenggaraan PON tercipta ketika Aceh-Sumut menjadi tuan rumah bersama.

Bila Aceh menjadi tuan rumah PON untuk edisi pertama, maka Sumut terpilih sebagai penyelenggara untuk kedua kalinya. Ya, seperti diketahui, Medan pernah menjadi tuan rumah PON pada 20-27 September 1953. Memang, pada bidding PON 2014, mereka juga maju bersama Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah. Namun, Sumut langsung tereliminasi di putaran pertama.

Gubernur Irwandi Yusuf dan Ketua KONI Aceh, Muzakir Manaf merasa gembira dengan perolehan suara Aceh-Sumut tersebut. “Alhamdulillah, semuanya berlangsung dengan baik,” kata gubernur yang langsung menuju Bandara Cengkareng untuk selanjutnya kembali ke Banda Aceh.

Gubernur Irwandi dan Wagub Sumut, Nurhajizah Marpaung sebelumnya memaparkan kesiapan Aceh-Sumut sebagai tuan rumah. “Aceh pernah jadi modal Indonesia, jangan dilupakan itu. Sekarang pun Aceh jadi ibu olahraga nasional,” kata Irwandi penuh semangat.

Ia mengaku sedang dirawat di rumah sakit dan memaksakan diri hadir ke arena sidang semata-mata untuk memberi dukungan kepada olahraga nasional. “Saya cabut infus di tubuh saya, agar saya bisa datang ke sini,” cerita Irwandi.

Gubernur Aceh yang baru kembali dari Amerika ini menjanjikan sejumlah fasilitas gratis kepada peserta PON. “Akomodsasi, konsumsi, dan transportasi lokal kami siapkan geratis,” teriak Irwandi dari podium. Tawaran itu disambut tepuk tangan meriah peserta rapat.

Irwandi juga menjanjikan biaya transportasi dari daerah masing-masing pulang pergi sebesar 30 persen. “Kalau saya tahu ukuran baju peserta PON, itu juga saya gratiskan,” tukas Irwandi Yusuf.

Menyusul keputusan itu, Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman menyampaikan ucapan selamat kepada Aceh-Sumut yang telah mendapatkan kepercayaan oleh forum bidding. Di mana, mayoritas KONI daerah lebih memilih dua provinsi di ujung Pulau Sumatera tersebut.

“Secara bersama-sama kita telah menyaksikan bahwa yang terpilih adalah Aceh dan Sumatera Utara. Sekali lagi selamat bagi kedua provinsi ini,” demikian Tono Suratman.(fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help