Starbucks Siap Beli Kopi Gayo tanpa Batas

Perusahaan gerai kopi raksasa, Starbucks, siap membeli bahan baku kopi Gayo dalam bentuk “green bean”

Starbucks Siap Beli Kopi Gayo tanpa Batas
Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE menyerahkan tanda mata kepada pimpinan perusahaan gerai kopi raksasa, Starbucks di Seattle Amerika. 

JAKARTA - Perusahaan gerai kopi raksasa, Starbucks, siap membeli bahan baku kopi Gayo dalam bentuk “green bean” atau biji kopi, berapa pun banyaknya sepanjang masa. Hal itu diutarakan Manager Director Starbucks, Colmancuff dalam pertemuan dengan Bupati Bener Meriah, Ahmadi SE di Seattle, Amerika Serikat (AS) dalam rangka mengikuti Speciality Coffee Expo.

Menurut Bupati Ahmadi, yang ditemui Serambi di Jakarta sekembali dari AS, Selasa (25/4), pihak Starbucks siap membeli kopi Gayo walaupun dengan harga tinggi yang semata-mata untuk memenuhi kebutuhan perusahaan tersebut. “Saat saya tanya, kenapa harus kopi Gayo, mereka mengatakan karena kopi Gayo memiliki keunggulan dibanding kopi lain,” ujar Ahmadi.

Dalam pertemuan itu Bupati Bener Meriah mengingatkan agar Starbucks tetap menggunakan nama “kopi Gayo” dalam produknya. “Kalau Starbucks mau mendapat suplai kopi Gayo, maka syaratnya harus menggunakan nama kopi Gayo, bukan nama Sumatra Coffee,” ujar Bupati Ahmadi.

Menanggapi permintaan itu, manajemen Starbucks menyatakan siap menyanggupi. Sebab apabila Starbucks menggunakan nama dagang lain, hal itu akan merugikan nama kopi Gayo. “Saya tidak mau, begitu. Kita minta mereka tetap gunakan nama kopi Gayo,” demikian Bupati Bener Meriah.

Bupati Ahmadi menambahkan, permintaan terhadap kopi Gayo terus meningkat sepanjang tahun. Ia memperkirakan kelak, harga kopi dari kabupaten tersebut bisa mencapai 200 ribu per kilogram. Disebutkan, kopi Gayo saat ini dihargai 7,5 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 97 ribu.

Pada bagian lain, Bupati Bener Meriah, Ahmadi SE mengatakan, pihaknya akan merevitalisasi tanaman kopi seluas 13 ribu hektare pada 2018. Hal itu dilakukan mengingat permintaan terhadap kopi Gayo terus meningkat setiap tahunnya. “Kami akan melakukan revitalisasi kebun untuk memaksimalkan produksi kebun kopi,” kata Ahmadi, dan menyebut masih banyak kebun kopi di Bener Meriah yang butuh peremajaan.

Bupati mengatakan, saat ini produksi rata-rata kopi mencapai 750 kg sampai 1 ton per hektare. Produksi tersebut, lanjutnya, memiliki peluang besar untuk ditingkatkan lewat peremajaan, penggantian tanaman yang rusak, dan tindakan intensifikasi lainnya. “12 ribu hektare pendanaannya dari APBK Bener Meriah, selebihnya dari APBA dan APBN,” ujarnya, seraya mengatakan pada 2019, Pemerintah Aceh berjanji menganggarkan untuk 5.000 hektare tanaman kopi.(fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved