Citizen Reporter

Satu Kartu Bisa Keliling Negara

HARI ini minggu ketiga saya berada di Belanda. Tentu banyak cerita yang bisa diungkapkan, mulai dari maksud

Satu Kartu Bisa Keliling Negara
DR TAQWADDIN MS 

OLEH DR TAQWADDIN MS, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, melaporkan dari Amsterdam, Belanda

HARI ini minggu ketiga saya berada di Belanda. Tentu banyak cerita yang bisa diungkapkan, mulai dari maksud dan tujuan kedatangan hingga musim bunga, pelayanan transportasinya, tradisi bersepeda, dan lainnya. Saat ini sedang musim semi atau musim bunga. Tulip dan sakura sedang mekar-mekarnya. Keindahannya luar biasa. Ramai sekali turis mancanegara yang berkunjung ke Nederland. Diperkirakan enam jutaan turis sedang berada di Belanda dalam bulan ini.

Selain karena musim semi dan musim bunga, ternyata menurut beberapa orang yang saya tanyai di Stasiun Amsterdam Centrum, alasan mereka memilih Belanda untuk berwisata adalah karena faktor kemudahan dalam moda transportasi umum. Semua sarana transportasi terintegrasi dan terkoneksi satu sama lain. Topik dan pengalaman ini menarik bagi saya untuk diceritakan kepada pembaca sekalian.

Mulai kita turun di Schipol Airport, kita bisa beli kartu chipkaart (kartu transportasi seperti kartu ATM) pada petugas ticketing yang ada di dalam airport tersebut. Konon kabarnya lalu lintas udara airport ini terpadat di dunia. Harga isian kartu tersebut tergantung kebutuhan kita. Mulanya, saya beli kartu tersebut dengan isi seharga 60 euro. Cukuplah ini untuk jalan-jalan di Amsterdam, Leiden, dan Den Haag selama beberapa hari.

Cara penggunaan kartu tersebut cukup mudah. Setiap kali kita ke luar dari alat transportasi umum dan menyentuhkan kartu ini pada alatnya maka akan terlihat sisa “pulsa euro” dalam kartu tersebut. Usahakan sisanya jangan di bawah 20 euro, sehingga kita aman dalam penggunaannya, sebab kadangkala petugas memeriksa penumpang yang menggunakannya. Saya termasuk yang pernah diperiksa dan alhamdulillah aman.

Satu kartu chipkaat ini bisa digunakan untuk naik Train NS (intercity), Metro, trem, bus, dan feri. Cara penggunaannya sangatlah mudah. Tinggal sentuhkan saja kartu tersebut pada alat yang tersedia di pintu masuk dan ke luar moda transportasi umum yang kita gunakan. Misalnya, Anda akan menggunakan kereta api antarkota (NS intercity), maka cara penggunaanya cukup sentuhkan saja kartu tersebut di pintu masuk dan pintu ke luar stasiun saat Anda ke luar dari stasiun. Begitu pula jika Anda akan menggunakan kapal feri, cukup sentuhkan saja kartu itu di pintu masuk dan ke luar pelabuhan. Tetapi jika Anda akan menggunakan bus, tempat untuk sentuh chipkaart tersebut ada di dalam bus di dekat pintu masuk. Begitu pula dengan trem, alat sentuhan tersebut juga ada di pintu masuk. Sedangkan pada Metro alat tersebut ada di halte, seperti halte Transkoetaradja. Ingat ya, jangan lupa menyentuhkan kartu tersebut saat ke luar dari stasiun atau transportasi umum yang anda gunakan sampai ia berbunyi tit tit dua kali. Jika Anda lalai, maka pada saat Anda menggunakan transportasi umum berikutnya, langsung dipenalti dengan pemotongan dana dalam kartu Anda seharga 20 euro. Saya dan teman, termasuk yang pernah lalai, sehingga dana dalam kartu kami pernah terpotong otomatis.

Ingat ya, pintu masuk ada di sebelah kanan kendaraan, karena di sana kita harus jalan di sebelah kanan, bukan di sebelah kiri seperti kewajiban di Indonesia. Semua orang di sana sudah terbiasa jalan di sebelah kanan, baik jalan kaki, bersepeda, maupun saat naik kendaraan bermotor.

Di seluruh Belanda ada jalan berwarna merah yang lebarnya sekitar tiga meter. Jalan merah tersebut diperuntukkan khusus bagi pengguna sepeda. Di jalur merah itu kita tidak boleh berdiri dan berjalan, apalagi menempatkan gerobak jualan. Pemakai sepeda mendapat perlakuan khusus dan sangat terhormat di Belanda. Karenanya, jumlah sepeda di Belanda banyaknya melebihi dua kali jumlah penduduk. Pemerintah Belanda menyediakan jutaan tempat parkir sepeda di seluruh Belanda. Khusus tentang sepeda akan saya cerita lain kali. Saya hendak kembali fokus pada perihal kartu transportasi umum (chipkaart) saja.

Semua alat transportasi umum di Belanda, baik pesawat, trem, metro, train, bus, dan feri saling terkoneksi dan terintegrasi. Mudah sekali. Semua tepat waktu dalam hitungan menit dan detik. Tidak menunggu penumpang baru jalan, tetapi penumpanglah yang harus menunggu beberapa menit. Tak harus tunggu lama-lama, sehingga tidak ada penumpukan penumpang. Semua penumpang pasti terangkut.

Jadwal operasi trem dan metro mulai pukul 6 pagi hingga pukul 24 malam. Bus umum tersedia sampai pagi, tapi relatif lebih lama sampai tujuan karena jalannya lambat dan pemberhentiannya relatif lebih banyak. Saya sangat tidak menyarankan Anda menggunakan taksi di Belanda, karena sangat mahal. Pengalaman teman saya malam lalu, karena sudah lewat pukul 24 malam baru pulang ke hotel kami di kawasan Tellingen, terpaksa dia naik taksi yang ongkosnya mencapai 46 euro (sekitar Rp 800.000). Padahal, jika naik trem hanya bayar 3 euro.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved