Tafakur

Kufur Nikmat

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya

Kufur Nikmat

Oleh: Jarjani Usman

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kam menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)” (QS. Ibrahim: 34).

Sudah biasa bagi sebahagian orang meninggalkan shalat. Walaupun tinggal atau berada masjid dekat, sebahagian orang (laki-laki) memilih duduk-duduk atau tidur-tiduran di rumahnya saat shalat sedang berlangsung. Berapalah nikmatnya duduk sebentar atau tidur-tiduran, dibandingkan besarnya dosa bila meninggalkan kewajiban shalat.

Padahal shalat yang dilakukan tidaklah cukup bila digunakan untuk ditukarkan dengan berbagai kenikmatan yang diperoleh setiap saat. Shalat tak mampu membeli nafas atau denyut jantung. Shalat juga tidak mampu membeli kemampuan untuk berjalan atau berlari setiap hari. Apalagi shalat yang dilakukan asal jadi, yang tidak akan diterima Allah.

Meskipun demikian, Allah masih mencurahkan kenikmatan bagi setiap insan di muka bumi, di manapun berada, yang menjadi pertanda betapa besar rahmat Allah kepada hamba-hambaNya yang seharusnya tidak diingkari.

Meskipun tak sanggup membeli berbagai kenikmatan yang Allah sediakan, shalat dan ibadah-ibadah lain perlu dilakukan sebagai wujud dari kepatuhan hamba-hambaNya kepada Allah sebagai pemberi kenikmatan. Karena itu, sepatutnya setiap diri kita bersungguh-sungguh dan yakin dalam melaksanakannya. Bila tidak melaksanakannya, maka kita bisa termasuk orang yang kufur nikmat. Nikmat-nikmatNya dimanfaatkan, tapi mengingkariNya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help