Tafakur

Buruh

Barang siapa yang di waktu sorenya merasakan kelelahan karena bekerja, berkarya dengan tangannya

Buruh

Oleh: Jarjani Usman

“Barang siapa yang di waktu sorenya merasakan kelelahan karena bekerja, berkarya dengan tangannya, maka di waktu sore itu pulalah terampuni dosanya” (HR. Ahmad).

Istilah “buruh” terkesan rendahan dalam pandangan kebanyakan manusia. Makanya banyak orang berlomba untuk menjadi “bos”, walaupun harus melakukan hal-hal yang tak terpuji. Namun, orang yang benar-benar beriman sangat mengutamakan pandangan Allah.

Dalam pandangan Allah, orang yang oleh manusia disebut buruh pun akan mulia, bila benar-benar bekerja di jalur halal. Dalam suatu hadits disebutkan: “Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hamba-Nya bersusah-payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal” (HR. Ad-Dailami).

Bahkan dalam hadits yang lain disebutkan, orang-orang yang bersusah payah bekerja akan memperoleh ampunan dosa. Tetesan keringat dan kucuran air mata akan dihargai dengan pahala yang banyak. Hasil dari suatu pekerjaan halal, yang dimakan sendiri, oleh anggota keluarga dan orang lain, juga akan dihargai sebagai sedekah dengan pahala berlimpah.

Karena itu, sepatutnya setiap diri kita bekerja karena Allah, supaya menjadi orang beruntung. Bekerja karena Allah akan merasa takut bila tidak bekerja dengan benar-benar dan sungguh-sungguh. Walau tak dipantau orang lain, kerja setiap insan akan selalu dalam pantauan Allah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help