7 Anggota KIP Aceh Ditetapkan

Komisi I DPRA menetapkan tujuh calon anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh periode 2018-2023

7 Anggota KIP Aceh Ditetapkan
IST
Azhari Cagee 

BANDA ACEH - Komisi I DPRA menetapkan tujuh calon anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh periode 2018-2023 pada Kamis (3/5). Penetapan itu berdasarkan perolehan nilai tertinggi hasil fit and proper test yang dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis (2-3/5).

Ketujuh calon anggota KIP Aceh yang ditetapkan melalui Berita Acara Nomor: 050/BA/KOM-1/DPRA /2018 adalah Munawarsyah SHI MA, Tharmizi, Ranisah SE, Muhammad SEAk MSM, Syamsul Bahri SE MM, Agusni SE, dan Akmal Abzal SHi.

Sedangkan yang lolos cadangan adalah Marzalita SE MSi, Helmi Syarizal SE, Usman Arifin SH MH, Asqalani STH MH, Hendra Fauzi, Teuku Zulkarnaini, dan Azwir Nazar. Mereka berhasil meraih nilai tertinggi dari 21 nama yang diusulkan oleh Panitia Seleksi (Pansel).

Ketua Komisi I DPRA, Azhari Cage kepada Serambi, mengatakan, penetapan ke tujuh calon anggota KIP Aceh tersebut setelah melewati serangkaian seleksi. Mereka yang terpilih merupakan wajah baru, kecuali Muhammad yang kini masih menjabat anggota KIP Aceh.

Pada saat fit and proper test, pihaknya mencecar peserta seleksi dengan pertanyaan mengenai kepememiluan, tugas-tugas dan wewenang KIP, menyangkut UUPA dan Qanun yang berkaitan dengan Pemilu dan Pilkada, serta tentang integritas dan komitmen dan lainnya.

Menurut Azhari, sebagian besar calon anggota KIP Aceh yang lulus pernah menjadi penyelenggara Pemilu, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Kita berharap semoga KIP Aceh ke depan dapat bekerja secara profesional dan berpedoman kepada UUPA sebagai undang-undang kekhususan Aceh,” kata politisi Partai Aceh ini.

Azhari Cage juga menyampaikan bahwa setelah menetapkan dan mengumumkan tujuh calon anggota KIP Aceh, selanjutnya akan ditetapkan dalam rapat paripurna sebelum diantar nama-nama yang lulus itu ke KPU RI untuk di-SK-kan.

“Kita sudah sampaikan ke Ketua DPRA hasil kerja Komisi I, selanjutnya itu menjadi ranahnya Ketua dan Banmus untuk menentukan kapan paripurna. Kita minta secepatnya,” kata Ketua Komisi I DPRA ini.

Sementara itu, kinerja Panitia Seleksi (Pansel) anggota KIP Aceh periode 2018-2023 jadi sorotan. Menurut Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Pansel telah meloloskan salah satu calon yang sebelumnya telah mendapat hukuman dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

“MaTA menilai, Pansel KIP Aceh belum bekerja secara selektif dalam menyeleksi calon anggota KIP Aceh. Hal ini terlihat dari 21 calon yang dikirim ke DPRA masih ada calon yang pernah dijatuhkan sanksi oleh DKPP RI,” kata Koordinator Bidang Hukum dan Politik MaTA, Baihaqi kepada Serambi, Kamis (3/5).

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help