Kapus Polisikan Mantan Bendahara

Kepala Puskesmas (Kapus) Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Zuheri pada Kamis (3/5)

Kapus Polisikan Mantan Bendahara
google.com
Ilustrasi 

* Diduga Gelapkan Dana JKN Rp 191 Juta

LHOKSEUMAWE - Kepala Puskesmas (Kapus) Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Zuheri pada Kamis (3/5), secara resmi melaporkan mantan bendahara puskesmas tersebut berinisal Az ke Polres Lhokseumawe, atas tuduhan telah menggelapkan uang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar Rp 191.133.000 yang diperuntukkan untuk jasa medis.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha, Jumat (4/5), menjelaskan, laporan tersebut langsung dilakukan oleh Kapus Blang Cut atas nama Zuheri dengan nomor LP/206/V/2018/Aceh/Res Lsmw tanggal 3 Mei 2018. Diuraikan AKP Budi Nasuha, pada dasarnya uang senilai Rp 191.133.000 tersebut merupakan dana JKN yang dialokasikan untuk membayar jasa medis jatah 44 petugas puskesmas dan dua bidan desa, yakni jatah Desember 2017 hingga Maret 2018.

Namun, beberapa waktu lalu, Az diduga telah mencairkan uang yang ada di BNI tersebut secara bertahap tanpa diketahui kepala puskesmas selaku ataan. “Bahkan, berat dugaan saat mencairkan dana, tanda tangan kapus dipalsukan oleh Az,” jelasnya.

Kasat Reskrim menambahkan, kasus ini baru terkuak beberapa waktu lalu saat terjadi pergantian bendahara di puskesmas tersebut. Pasalnya, saat bendahara baru melakukan print-out rekening, diketahui dana telah tidak ada lagi. “Pihak puskesmas sudah menempuh cara kekeluargaan dengan mendatangi Az, agar dana itu bisa dikembalikan. Bahkan, telah ada perjanjian tertulis. Tapi dikarenakan Az belum juga menggantikan uang tersebut, maka pihak puskesmas kemudian membuat laporan ke kami,” ulas AKP Budi.

Menindaklanjuti laporan ini, sebut dia, pihaknya telah selesai memeriksa sembilan saksi, yakni pelapor dan sejumlah petugas puskesmas tersebut. Selanjutnya, penyidik juga akan berkoordinasi dengan pihak BNI. “Di samping itu, dikarenakan dalam laporan termasuk adanya pernyataan pemalsuan tanda tangan yang diduga dilakukan Az, maka kita membutuhkan pemeriksaan laboratorium forensik. Jadi, untuk sementara ini, belum ada tersangka yang kita tetapkan,” pungkas AKP Budi.

Sudah Upayakan Secara Kekeluargaan
Sementara itu, Kepala Puskesmas (Kapus) Blang Cut, Zuheri mengakui, adanya kejadian dugaan penggelapan dana JKN oleh eks bendaharanya tersebut. Dia juga membenarkan kalau awalnya pihak puskesmas sudah berusaha menyelesaikan kasus secara kekeluargaan. Namun, upaya ini gagal karena mantan bendahara itu belum juga melunasi uang JKN tersebut.

“Makanya, kami akhirnya berkesimpulan untuk membuat laporan ke polisi. Pasalnya, uang JKN tersebut merupakan jatah untuk membayar jasa petugas dari Desember 2017 sampai Maret 2018,” demikian Zuheri.

Hingga berita ini diturunkan kemarin sore, Serambi belum mendapatkan konfirmasi dari Az, selaku terlapor.(bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help