Polisi Surati BPKP

Penyidik Reskrim Polres Lhokseumawe pada Jumat (4/5) kemarin, menyurati Badan Pengawasan Keuangan

Polisi Surati BPKP
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

* Minta Audit Kasus Dugaan Penggelapan APBG

LHOKSEUMAWE – Penyidik Reskrim Polres Lhokseumawe pada Jumat (4/5) kemarin, menyurati Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh untuk meminta dilakukannya audit terhadap kasus dugaan penggelapan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) tahun 2017 sebesar Rp 325 juta di Desa Matang Ulim, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak Rp 325 juta dari total Rp 865 juta APBG Desa Matang Ulim tahun 2017 dibawa kabur pelaksana tugas (plt) keuchik setempat berinisial ILM yang juga pegawai Pemko Lhokseumawe pada Januari 2018. Kini kasus tersebut sudah ditangani Polres Lhokseumawe.

“Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan kita. Setelah mendapat laporan, penyidik sudah menindaklanjutinya dengan mengumpulkan keterangan dan barang bukti untuk mengungkap kasus tersebut,” ujar Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha kepada Serambi, Sabtu (5/5).

Dalam kasus itu, sebutnya, penyidik sudah memeriksa 21 saksi dari aparat desa setempat dan juga pihak Pemko Lhokseumawe. “Kita juga sudah melayangkan surat ke BPKP untuk permintaan audit investigasi terhadap kasus tersebut. Jadi, setelah ada hasil audit, kasus itu baru ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan,” pungkasnya.

Sementara itu, ekses dibawa kaburnya dana APBG tersebut oleh plt keuchik, proyek pembangunan Balai Pembelajaran Masyarakat (BPM) dan pengerjaan dua unit rumah duafa di Desa Matang Ulim, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, terhenti. Pasalnya, dari total jumlah APBG 2017 untuk Desa Matang Ulim sebesar Rp 865 juta, Rp 510 juta dialokasikan untuk pembangunan Balai Pembelajaran Masyarakat, dan Rp 137 juta diplot untuk pembangunan dua unit rumah duafa.

Sedangkan, sisanya diperuntukkan untuk biaya rutin desa termasuk honor dan jerih payah perangkat gampong. Hanya saja, dari alokasi anggaran Rp 865 juta tersebut, yang sudah direalisasikan sekitar Rp 470 juta. Itu berarti, yang dibawa kabur oleh plt keuchik berdasarkan hasil perhitungan mencapai Rp 325.275.000.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved