Citizen Reporter

Banyak Cara Bersedekah di Masjidil Haram

MASJIDIL Haram berada di tanah yang mulia. Di tempat inilah, sebagai muslim, kita melaksanakan rangkaian ibadah haji

Banyak Cara Bersedekah di Masjidil Haram
IBNU SYAHRI RAMADHAN

OLEH IBNU SYAHRI RAMADHAN, Staf Humas Universitas Syiah Kuala dan Travel Blogger asal Aceh Tamiang, melaporkan dari Mekkah, Arab Saudi

MASJIDIL Haram berada di tanah yang mulia. Di tempat inilah, sebagai muslim, kita melaksanakan rangkaian ibadah haji yang kemudian menyempurnakan keislaman kita. Maka Tanah Suci ini adalah tempat yang paling dirindukan oleh umat muslim seluruh penjuru dunia. Setiap harinya orang berduyun-duyun datang untuk menunaikan ibadah di tempat berdirinya Kakbah ini.

Setibanya di Tanah Al Haram ini mereka melakukan ibadah semaksimal mungkin. Mulai dari memperbanyak shalat sunah, membaca Alquran, dan bersedekah.

Nah, selama hampir sepekan di Masjidil Haram saya pun menyaksikan ada begitu banyak cara orang dalam bersedekah. Selama ini, lazimnya kita pahami orang-orang bersedekah dengan uang atau pun makanan. Namun, di Masjidil Haram, banyak orang bersedekah dengan cara yang unik. Terkadang sedekah yang mereka berikan adalah hal-hal yang sederhana, tapi sangat bermanfaat bagi orang lain.

Seperti yang saya saksikan ketika menjelang Jumat di lokasi tawaf. Saat itu cuaca Mekkah cukup panas. Suhunya mencapai 34 °C. Saya sendiri sampai tak sadar kalau tubuh sudah basah bermandikan keringat. Dalam kondisi yang terik itulah orang-orang melakukan tawaf.

Lalu di sana ada seorang lelaki berkulit hitam yang membagikan tisu secara cuma-cuma. Ia berdiri sambil menggenggam kotak tisu. Sepintas apa yang diberikannya sangatlah sederhana. Hanya selembar-dua lembar tisu. Tapi bagi orang lain justru sangat bermanfaat untuk menyeka keringat mereka di bawah terik matahasi. Saya pun turut mengambil tisu yang diberikannya.

Selain itu, masih di depan Kakbah, ada orang yang bersedekah dengan cara yang lebih unik lagi. Yaitu dengan menyemprotkan spray dari botol ke wajah orang lain. Lelaki tersebut berdiri dengan menggunakan payung di tepi lintasan tawaf.

Jika ada orang yang melintas di hadapannya, ia pun menyemprotkan spray tersebut ke wajah orang yang melewatinya. Perilakunya memang terlihat ganjil di tengah kerumunan orang bertawaf. Caranya menyemprotkan spray juga seperti anak-anak yang sedang bermain. Ia tidak peduli apakah orang berkenan ataupun tidak diperlakukannya demikian.

Namun, di situlah menariknya, orang-orang yang disemprotnya itu tidak ada yang marah. Mereka seolah pasrah saat wajahnya basah diperciki air. Mereka secara sengaja menghadapkan wajahnya sambil memicingkan mata. Mungkin karena cuaca yang cukup panas, maka mereka menikmati percikan air tersebut untuk menyejukkan wajahnya.

Orang-orang yang bersedekah dengan uang atau makanan juga ada. Di pelataran Masjidil Haram saya juga menyaksikan seorang perempuan Turki membagi-bagikan rial kepada petugas cleaning service. Ia duduk di atas krusi lalu para petugas tersebut mengantre di belakangnya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved